Nindya Karya Garap Tambak Garam di Rote NTT, Jadi Pusat Produksi Nasional
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, didampingi Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah saat meninjau proyek tambak garam di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (22/5/2026).(Dok. PT Nindya Karya (Persero))
23:04
25 Mei 2026

Nindya Karya Garap Tambak Garam di Rote NTT, Jadi Pusat Produksi Nasional

- PT Nindya Karya (Persero) terus mendorong pengerjaan proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bakal menjadi pusat produksi garam nasional.

Proyek yang menjadi bagian dari Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) tersebut merupakan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan memperkuat swasembada garam nasional.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, didampingi Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah pun meninjau langsung pengerjaan proyek tersebut pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Dalam kunjungannya, Gibran menyoroti tingginya kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.

Baca juga: Gibran Dapat Keluhan Pertalite Rp 25.000 di NTT, Pertamina Buka Suara

Maka dari itu, tambak yang tengah digarap perusahaan infrastruktur pelat merah tersebut, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional.

"Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri," ujar Gibran dikutip dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Tambak garam di Rote Ndao dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun dengan sistem pengelolaan terintegrasi guna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.

Selain mendukung industri garam nasional, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garam maupun tenaga pelaksana proyek.

"Sebagai pelaksana konstruksi, Nindya Karya berkomitmen terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri di Tanah Air," ungkap Manajemen Nindya Karya.

Baca juga: Nindya Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Makassar-Takalar, 700 Pekerja Diterjunkan

Berdasarkan data KKP, terdapat 10 zona sentra industri garam di Rote Ndao yang telah dipetakan dengan luas total 13.697 hektar. Tambak ini diperkirakan mampu memproduksi 400.000 ton garam per tahun.

Adapun dari 10 zona itu pemerintah hanya mengembangkan zona 1 seluas 1.025 hektar dan zona 2 seluas 899,54 hektar.

Sehingga sebanyak 11.776 hektar lainnya yang terbagi dalam 8 zona akan melibatkan investor, termasuk korporasi yang memang membutuhkan garam dalam jumlah besar untuk produksi mereka.

Tag:  #nindya #karya #garap #tambak #garam #rote #jadi #pusat #produksi #nasional

KOMENTAR