Ekonomi Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I 2026, Ini Penopangnya
Ekonomi Singapura tumbuh 6 persen pada kuartal I 2026, ditopang lonjakan AI global di tengah risiko geopolitik dan energi.(PEXELS/ Virginia Chien)
10:00
25 Mei 2026

Ekonomi Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I 2026, Ini Penopangnya

- Ekonomi Singapura melaju lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026. Kinerja sektor manufaktur dan jasa yang terdorong lonjakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global menjadi salah satu motor pertumbuhan, di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura pada Senin (25/5/2026) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 6 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada periode Januari-Maret 2026.

Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi awal pemerintah sebesar 4,6 persen. Capaian itu juga melampaui median proyeksi survei Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan berada di level 5,2 persen.

Baca juga: Mantan Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo Jadi Presiden Direktur Gajah Tunggal

Secara kuartalan (quarter to quarter/QoQ) yang telah disesuaikan secara musiman, ekonomi Singapura tumbuh 1 persen.

Angka tersebut berbalik dari estimasi awal yang sebelumnya memperkirakan kontraksi sebesar 0,3 persen dan lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan 0,2 persen berdasarkan survei Bloomberg.

Pertumbuhan ekonomi Singapura pada awal tahun juga ditopang posisi negara tersebut dalam rantai pasok AI global.

Ekspor produk elektronik dan layanan teknologi menjadi bantalan yang membantu Singapura menghadapi tekanan eksternal, mulai dari ancaman tarif dagang Amerika Serikat (AS) hingga lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Negara-negara Asia yang terhubung dalam rantai pasok AI, termasuk Taiwan dan Korea Selatan, juga mencatat pertumbuhan lebih kuat berkat tingginya permintaan produk teknologi dan layanan digital.

Baca juga: Harga Ekspor Diduga Dimainkan lewat Singapura, Purbaya Bentuk Tim Khusus

AI dorong sektor manufaktur

MTI menyebut belanja modal global di bidang AI diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor elektronik dan teknik presisi dalam industri manufaktur.

"Belanja modal global yang berkelanjutan di bidang AI diperkirakan akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi klaster elektronik dan teknik presisi di dalam sektor manufaktur," tulis MTI dalam pernyataannya.

Meski pertumbuhan kuartal pertama melampaui perkiraan, pemerintah Singapura tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 2 persen hingga 4 persen.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 5 persen.

Pemerintah menilai risiko perlambatan ekonomi global meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Gangguan rantai pasok energi, lonjakan harga minyak dunia, eskalasi tarif dagang AS, hingga potensi perlambatan investasi AI global menjadi faktor yang diwaspadai.

Baca juga: RM Sederhana Masuk Singapura, Tempati Bekas Warung Nasi Padang Legendaris

Sebagai negara yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, Singapura dinilai rentan terhadap volatilitas harga energi dan gangguan perdagangan global.

Konflik geopolitik yang melibatkan Iran juga disebut mengubah ekspektasi pertumbuhan ekonomi global, inflasi, hingga arah kebijakan suku bunga dunia.

"Risiko penurunan terhadap prospek ekonomi Singapura telah meningkat secara signifikan. MTI akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat dan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan PDB sepanjang tahun ini jika diperlukan," tulis kementerian tersebut.

Ekonomi Singapura tumbuh 6 persen pada kuartal I 2026, ditopang lonjakan AI global di tengah risiko geopolitik dan energi. Ekonomi Singapura tumbuh 6 persen pada kuartal I 2026, ditopang lonjakan AI global di tengah risiko geopolitik dan energi.

Inflasi dan kebijakan moneter

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, tekanan inflasi tetap menjadi perhatian.

Inflasi inti Singapura pada Maret 2026 tercatat naik 1,7 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada di bawah level 2 persen yang selama ini dinilai aman oleh bank sentral untuk jangka menengah.

Data inflasi April 2026 dijadwalkan dirilis Senin siang waktu setempat. Berdasarkan survei Bloomberg, inflasi inti April diperkirakan berada di level 1,8 persen.

Baca juga: IMF: Ekonomi Singapura Melambat akibat Perang Timur Tengah

Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada April lalu memperketat kebijakan moneter guna mengantisipasi risiko inflasi akibat perang Iran dan kenaikan harga energi global.

Langkah tersebut menjadikan MAS sebagai salah satu bank sentral pertama di Asia yang memperketat kebijakan moneter dalam siklus terbaru.

Padahal sebelumnya, MAS mempertahankan kebijakan moneternya tetap stabil dalam tiga pertemuan terakhir pada Januari, Oktober, dan Juli, setelah sempat melonggarkan kebijakan pada April tahun lalu.

MAS juga menaikkan proyeksi inflasi inti dan inflasi utama Singapura untuk 2026 menjadi 1,5 persen hingga 2,5 persen, dari sebelumnya 1 persen hingga 2 persen.

Ketahanan ekonomi Singapura sejauh ini turut menopang permintaan aset aman (safe haven).

Kondisi tersebut memperkuat dollar Singapura, mendorong indeks saham lokal mencetak rekor tertinggi, serta mengangkat penjualan rumah ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Tag:  #ekonomi #singapura #tumbuh #persen #pada #kuartal #2026 #penopangnya

KOMENTAR