TBS Sawit Anjlok Usai PT DSI Diumumkan, Mendag: Ekspor Tetap Jalan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:40
25 Mei 2026

TBS Sawit Anjlok Usai PT DSI Diumumkan, Mendag: Ekspor Tetap Jalan

- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menanggapi anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit usai pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pekan lalu.

Adapun PT DSI merupakan perusahaan BUMN yang akan menjadi eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis, termasuk sawit.

Busan mengatakan, meskipun harga TBS dalam negeri anjlok namun harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global sedang naik.

“Ya tapi kan harga internasional kan juga tinggi naik CPO ya,” kata Busan saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Eks Direktur Vale Jadi Dirut DSI, Jaringan Global Disorot

Menurut Busan, pasar mungkin pasar sawit bergejolak karena pemerintah baru mengumumkan kebijakan itu.

Meski demikian, harga CPO di pasar internasional menjadi patokan dalam perdagangan sawit.

“Ekspor itu tetap jalankan,” tutur Busan.

Namun, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak mengungkap lebih lanjut apakah para pengusaha mengeluhkan pembentukan PT DSI.

Pada kesempatan itu, Busan menyampaikan PT DSI tidak langsung menjadi eksportir tunggal 3 komoditas strategis SDA yakni, sawit, batu bara, dan paduan besi.

Pada 1 Juni hingga tiga bulan berikutnya, PT DSI akan memeriksa data ekspor sejumlah komoditas strategis tersebut untuk memastikan tidak ada praktik under invoicing.

Selama periode tersebut, ekspor masih dilakukan oleh perusahaan eksportir sendiri.

Sementara, pada 1 September 2026, perusahaan yang sudah siap bisa mengalihkan ekspornya ke PT DSI.

Selanjutnya, mulai 1 Januari 2026 seluruh ekspor ketiga komoditas itu wajib dilakukan melalui PT DSI.

“Aturan-aturan yang selama ini berjalan, misalnya persyaratan ekspornya, kewajiban ekspor seperti DMO (domestic market obligation) untuk CPO dan lain-lain, tetap, tetap berjalan,” kata Busan.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, menyebut harga TBS kelapa sawit di sejumlah daerah anjlok usai pemerintah mengumumkan pembentukan PT DSI.

Darto mengatakan, langkah pemerintah membuat pasar khawatir hingga akhirnya pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar menahan diri.

“Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO (minyak sawit mentah) dan harga TBS petani,” kata Darto dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Harga TBS Sawit Anjlok Usai Pemerintah Umumkan BUMN Eksportir Tunggal

Tag:  #sawit #anjlok #usai #diumumkan #mendag #ekspor #tetap #jalan

KOMENTAR