Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Segera Damai
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
07:32
26 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Segera Damai

- Harga minyak dunia anjlok hampir 7 persen pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026) waktu setempat atau Selalsa (26/5/2026) pagi WIB, seiring meningkatnya optimisme tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 7,24 dollar AS atau hampir 7 persen menjadi 96,30 dollar AS per barrel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 6,30 dollar AS atau 6,5 persen menjadi 90,88 dollar AS per barrel.

Pasar optimistis bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai yang dapat membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Penurunan harga bahkan terjadi meskipun pemerintah AS dan Iran sama-sama meredam ekspektasi pasar terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 4,55 Persen, Pasar Sambut Peluang Damai AS-Iran

Seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran berada di Doha, Qatar, untuk membahas potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Kedua pihak disebut telah membuat kemajuan dalam penyusunan nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari bagi negosiator mencapai kesepakatan final.

Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pasar mulai berharap pasokan minyak dapat kembali mengalir melalui Selat Hormuz.

"Meskipun belum selesai, tampaknya ada harapan bahwa kita akan mulai melihat minyak kembali bergerak melalui Selat Hormuz," ujar Flynn.

Namun, pendiri Commodity Context, Rory Johnston, mengingatkan pasar agar tetap berhati-hati karena proses negosiasi sebelumnya beberapa kali gagal mencapai kesepakatan akhir.

"Kita sudah beberapa kali hampir mencapai kesepakatan, tetapi kemudian gagal pada detail-detail pembahasan dalam beberapa bulan terakhir dan Selat Hormuz masih tetap tertutup," kata Johnston.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok akibat Kemajuan Negosiasi Iran-AS

Presiden AS Donald Trump dalam unggahan panjang di Truth Social mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, namun tetap memperingatkan kemungkinan serangan baru jika negosiasi gagal.

Trump juga mendorong lebih banyak negara Arab dan mayoritas Muslim bergabung dalam Abraham Accords (Perjanjian Abraham), kesepakatan yang bertujuan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Flynn menilai potensi kesepakatan tersebut dapat menurunkan premi risiko geopolitik di Timur Tengah secara signifikan.

"Itu bisa berarti penurunan signifikan premi risiko di Timur Tengah, terutama jika kesepakatan dengan Iran tercapai dan Iran menyerahkan material nuklirnya," ujar Flynn.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan fokus negosiasi saat ini adalah mengakhiri perang dan belum membahas isu nuklir.

Meski terdapat optimisme menuju perdamaian, para analis memperkirakan pemulihan penuh arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz masih membutuhkan waktu berbulan-bulan karena fasilitas minyak dan gas mengalami kerusakan.

Analis Sparta Commodities, June Goh, mengatakan defisit pasokan minyak global belum akan langsung teratasi.

"Kekurangan pasokan sekitar 10-11 juta barrel per hari tidak akan hilang begitu saja, dan pasar masih akan terus menguras persediaan sampai produksi minyak Timur Tengah kembali normal, yang kemungkinan memerlukan waktu beberapa bulan," ujarnya.

Analis UBS Giovanni Staunovo menambahkan bahwa pasar masih akan mencermati kondisi nyata arus distribusi minyak.

"Kami tetap percaya faktor utama yang harus diperhatikan pasar minyak adalah arus fisik minyak, dan sejauh ini aliran melalui selat masih terbatas," kata Staunovo.

Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker gas alam cair telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India.

Selain itu, sebuah supertanker yang membawa minyak mentah Irak untuk China juga berhasil melintas setelah sempat tertahan hampir tiga bulan.

Tag:  #harga #minyak #dunia #anjlok #hampir #persen #pasar #optimistis #iran #segera #damai

KOMENTAR