Pesan CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz: Generasi Muda Jangan Lupa Menjaga Diri Sendiri...
President Director & CEO PT Sompo Insurance Indonesia Eric Nemitz memaparkan kinerja perusahaan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).(KOMPAS.com/APRILLIA IKA)
07:40
29 Mei 2026

Pesan CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz: Generasi Muda Jangan Lupa Menjaga Diri Sendiri...

Selama lebih dari 20 tahun tinggal dan bekerja di Indonesia, Eric Nemitz melihat perubahan besar pada cara generasi muda memandang hidup, karier, dan masa depan.

Anak muda kini tumbuh di tengah dunia yang bergerak cepat. Mereka dituntut sukses lebih dini, memiliki penghasilan besar lebih cepat, dan tampil berhasil bahkan sebelum benar-benar memahami tantangan kehidupan yang mereka hadapi.

Di tengah perubahan itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Sompo Insurance Indonesia tersebut justru melihat satu hal yang sering terlupakan: banyak orang terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa melindungi dirinya sendiri.

“Kadang orang berpikir nama di kartu nama adalah tujuan. Padahal kemampuan dan pengalaman yang akan mengikuti kita sepanjang hidup,” ujarnya kepada Kompas.com, dalam sebuah wawancara khusus.

Cara pandang Eric terhadap generasi muda terasa berbeda dibanding stigma yang kerap muncul soal milenial atau generasi Z.

Ia tidak melihat anak muda sebagai generasi yang abai terhadap masa depan. Menurut dia, setiap orang hanya sedang berada dalam fase hidup yang berbeda.

Saat masih muda, fokus seseorang biasanya tertuju pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman baru, hingga pencapaian pribadi. Hal yang sama juga pernah ia alami.

“Asuransi bukan hal pertama yang saya pikirkan ketika masih muda,” katanya.

Namun seiring bertambahnya usia, tanggung jawab hidup perlahan ikut berubah. Ketika seseorang mulai memiliki keluarga, rumah, kendaraan, atau menjadi penopang ekonomi keluarga, cara memandang masa depan juga ikut berubah.

Di titik itu, menurut Eric, perlindungan bukan lagi soal pilihan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab hidup.

Baca juga: Indonesia Masuk Fase Aging Population, Beban Generasi Sandwich Membesar

Hidup di Tengah Tekanan Generasi Sandwich

Eric melihat tekanan hidup generasi muda Indonesia saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.

Banyak anak muda bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga harus menopang kebutuhan orangtua sambil membangun masa depan mereka sendiri. Fenomena generasi sandwich menjadi sesuatu yang nyata.

Namun di tengah tekanan tersebut, Eric percaya menjaga diri sendiri tetap harus menjadi prioritas utama.

Ia lalu mengibaratkannya dengan instruksi keselamatan di pesawat: pasang masker oksigen untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.

“Kalau saya tidak menjaga diri sendiri, saya juga tidak bisa membantu keluarga saya,” ujarnya.

Bagi Eric, filosofi sederhana itu menggambarkan banyak hal dalam kehidupan, mulai dari kesehatan, karier, hingga kondisi finansial.

Ia melihat banyak orang terlalu fokus membantu orang lain, tetapi lupa memastikan dirinya sendiri cukup kuat untuk bertahan.

Karena itu, Eric selalu menekankan pentingnya memahami kehidupan secara rasional.

Menurut dia, setiap orang perlu memahami apa aset paling penting dalam hidupnya, apa yang paling sulit digantikan ketika hilang, dan kemungkinan buruk apa yang paling mungkin terjadi.

Bagi sebagian orang mungkin rumah atau kendaraan. Namun bagi yang lain, kesehatan dan kemampuan bekerja justru jauh lebih penting.

Baca juga: Wamenaker Ungkap Tantangan Besar Generasi Muda Saat Masuk Dunia Kerja

Asuransi sebagai Alat Pemulihan

Cara memandang ketidakpastian dalam kehidupan pribadi itu ternyata juga menjadi fondasi Eric dalam memimpin industri asuransi.

Sebelum dipercaya memimpin Sompo Insurance Indonesia pada 2018, ia lebih dulu menjabat sebagai chief operating officer (COO) perusahaan sejak 2015. Pengalaman panjang di industri asuransi internasional membuat Eric terbiasa melihat kehidupan dari perspektif kesiapan menghadapi situasi terburuk.

Namun menariknya, ia tidak berbicara tentang asuransi dengan nada menakutkan.

Sebaliknya, Eric justru melihat asuransi sebagai alat pemulihan agar kehidupan tetap berjalan setelah musibah datang.

“Jika sesuatu terjadi pada aset, bisnis, atau diri kita, ada dua pertanyaan besar: bagaimana saya pulih dan bagaimana saya membayarnya?” katanya.

Menurut Eric, banyak orang sering merasa tidak membutuhkan asuransi karena menganggap masih mampu menyelesaikan masalah sendiri.

Padahal dalam situasi besar seperti kebakaran, kecelakaan serius, bencana alam, atau gangguan bisnis, kemampuan seseorang untuk bangkit kembali sering kali tidak hanya bergantung pada uang yang dimiliki.

Di situlah asuransi mengambil peran.

“Asuransi pada dasarnya memastikan bahwa setelah kejadian yang tidak beruntung, bisnis tetap bisa berjalan dan ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.

Baca juga: Rupiah Kian Melemah, Bos Sompo Indonesia Waspadai Lonjakan Biaya Klaim

Ia menilai fungsi industri asuransi di Indonesia menjadi semakin penting karena negara ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung api, hingga banjir.

Karena itu, Eric melihat asuransi bukan hanya soal hubungan antara perusahaan dan nasabah, tetapi juga bagian dari stabilitas ekonomi yang lebih besar.

Jika sebuah perusahaan tidak mampu bangkit setelah musibah, dampaknya bisa menjalar ke pekerja, keluarga, rantai pasok, hingga aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bagi Eric, industri asuransi sebenarnya bekerja menjaga keseimbangan ekonomi di tengah ketidakpastian.

Di tahun-tahun baik, perusahaan asuransi mempersiapkan diri menghadapi masa-masa sulit ketika klaim meningkat akibat bencana atau krisis.

“Di tahun-tahun baik, industri asuransi mempersiapkan diri untuk tahun-tahun buruk,” katanya.

Eric juga menekankan bahwa asuransi bukan hanya soal membayar klaim, tetapi membantu proses pemulihan secara menyeluruh.

Menurut dia, banyak orang melupakan bahwa setelah musibah terjadi, yang dibutuhkan bukan sekadar uang, melainkan kemampuan untuk kembali menjalani kehidupan dan menjalankan usaha.

Cara pandang itu pula yang membuat Eric selalu berbicara tentang perlindungan dengan pendekatan yang tenang dan realistis.

“Kami di industri asuransi tidak bergantung pada harapan. Kami bergantung pada persiapan,” ujarnya.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Eric Nemitz percaya satu hal, yakni manusia mungkin tidak bisa menghindari semua musibah, tetapi selalu bisa mempersiapkan diri untuk bangkit kembali.

Baca juga: Sompo Soroti Inflasi Medis di Kuartal II 2026, Premi Dijaga Tetap Sehat

Tag:  #pesan #sompo #indonesia #eric #nemitz #generasi #muda #jangan #lupa #menjaga #diri #sendiri

KOMENTAR