Emas Dunia Menguat usai Trump Pertimbangkan Gencatan Senjata AS-Iran
Ilustrasi harga emas dunia. (PIXABAY)
09:12
29 Mei 2026

Emas Dunia Menguat usai Trump Pertimbangkan Gencatan Senjata AS-Iran

Harga emas dunia berbalik menguat lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2026) waktu setempat atau Jumat (29/5/2026) pagi WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan.

Kenaikan harga emas terjadi setelah dollar AS dan harga minyak melemah menyusul kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan perpanjangan gencatan senjata.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,1 persen menjadi 4.504,07 dollar AS per ons, setelah pada perdagangan hari sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak akhir Maret 2026.

Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 1,1 persen menjadi 4.532,40 dollar AS per ons.

AS dan Iran dikabarkan telah mencapai nota kesepahaman mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Indeks dollar AS turun 0,2 persen sehingga membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dan meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut. Harga minyak Brent juga melemah setelah laporan itu muncul.

Baca juga: Kevin Warsh Resmi Pimpin The Fed Saat Inflasi AS Kian Mengkhawatirkan

Data Inflasi AS Dorong Harga Emas

Di sisi lain, data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 3,8 persen secara tahunan pada April, sesuai ekspektasi pasar.

Secara bulanan, indeks PCE naik 0,4 persen setelah melonjak 0,7 persen pada Maret.

Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan kombinasi data inflasi yang lebih lemah dan potensi dibukanya kembali Selat Hormuz memberikan sentimen positif bagi emas.

"Dewa perdagangan tampaknya ikut campur dalam pergerakan emas hari ini. Pertama data PCE yang lemah, lalu laporan soal kesepakatan yang akan segera membuka Hormuz, memberikan napas lega yang sangat dibutuhkan emas," ujar Wong.

Ia menambahkan, harga emas sebelumnya berada dalam tekanan kuat dan nyaris menembus level rata-rata pergerakan 200 hari yang dianggap penting oleh pelaku pasar.

"Emas sempat terancam turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pagi ini, yang oleh banyak trader dan investor dianggap sebagai ujian penting untuk mempertahankan tren naik,” katanya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Diprediksi Melandai pada 2026, Investor Mulai Berpaling?

The Fed Masih Jadi Perhatian Pasar

Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek menilai data PCE membuka peluang bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk menahan suku bunga dan tidak kembali memperketat kebijakan moneternya.

Namun, risalah rapat The Fed pada 28-29 April 2026 yang dirilis pekan lalu menunjukkan semakin banyak pejabat yang mulai terbuka terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Harga emas sendiri berada di bawah tekanan sejak pecahnya konflik AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026 akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi global.

Meski dikenal sebagai aset safe haven, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik karena investor beralih ke aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Adapun untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,3 persen menjadi 75,60 dollar AS per ons. Harga platinum stabil di level 1.918,95 dollar AS per ons, sedangkan palladium turun 1,4 persen menjadi 1.371,52 dollar AS per ons.

Tag:  #emas #dunia #menguat #usai #trump #pertimbangkan #gencatan #senjata #iran

KOMENTAR