Harga Minyak Dunia Masih Bergejolak, Ketidakpastian AS-Iran Bayangi Harga BBM Global
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
10:24
29 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Masih Bergejolak, Ketidakpastian AS-Iran Bayangi Harga BBM Global

- Harga minyak dunia bergerak mixed pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2026) waktu setempat atau Jumat (29/5/2026) dini hari WIB, di tengah laporan yang saling bertentangan terkait peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli yang akan berakhir pada Jumat turun 58 sen atau 0,6 persen menjadi 93,71 dollar AS per barrel.

Sementara kontrak Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Agustus justru naik 72 sen menjadi 92,97 dollar AS per barrel.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat tipis 22 sen atau 0,3 persen ke level 88,90 dollar AS per barrel.

Pergerakan harga minyak masih sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir, dipicu ketidakpastian terkait akhir perang Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan serta potensi dibukanya kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Baca juga: Angkatan Laut IRGC Disebut Halau Kapal Tanker AS Dekat Selat Hormuz

Saat ini, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level normal sebelum perang terjadi.

Reuters melaporkan, empat sumber yang mengetahui pembicaraan, menyebut kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata di Timur Tengah selama 60 hari telah tercapai. Media Axios sebelumnya lebih dulu melaporkan kabar tersebut.

Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, kantor berita Iran Tasnim menyebut draft nota kesepahaman dengan AS masih belum final maupun dikonfirmasi.

Pada awal perdagangan, harga Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 2 persen setelah Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara AS sebagai balasan atas serangan AS ke kota pelabuhan Bandar Abbas.

Perusahaan konsultan perdagangan minyak Ritterbusch and Associates menilai pasar minyak masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun saat AS-Iran Tempuh Jalur Diplomasi Lagi

"Pasar terus bergerak hati-hati mengikuti sentimen positif dari Iran, tetapi langsung jatuh tajam hanya karena sedikit sinyal pembukaan kembali Selat Hormuz," tulis Ritterbusch and Associates.

"Kontras respons terhadap sentimen bullish dan bearish ini kemungkinan akan terus berlangsung selama gencatan senjata masih bertahan," lanjutnya.

Di sisi lain, harga minyak juga tertekan data resmi AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah negara itu turun 3,3 juta barrel pada pekan lalu.

Penurunan itu menjadi yang keenam secara berturut-turut, meski lebih rendah dibanding ekspektasi analis Reuters yang memperkirakan mencapai 4,1 juta barrel.

Persediaan bensin dan bahan bakar distilat AS juga tercatat menurun.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, pasar minyak saat ini lebih fokus terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah dibanding data fundamental persediaan energi AS.

"Pasar minyak tetap lebih sensitif terhadap berita utama dari Timur Tengah meskipun penurunan besar persediaan minyak AS kembali terjadi pekan ini," ujar Staunovo.

Tag:  #harga #minyak #dunia #masih #bergejolak #ketidakpastian #iran #bayangi #harga #global

KOMENTAR