Ini Alasan SMBC Indonesia Alihkan Kredit Pensiunan ke BTN
Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.(DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK)
13:12
29 Mei 2026

Ini Alasan SMBC Indonesia Alihkan Kredit Pensiunan ke BTN

PT Bank SMBC Indonesia Tbk mengungkap alasan di balik keputusan pengalihan portofolio kredit pensiunan kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, hal ini merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan bagian strategy business SMBC Indonesia untuk mendukung pertumbuhan business yang berkelanjutan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: SMBC Indonesia (BTPN) Lepas Bisnis Kredit Pensiun Rp 19,9 Triliun ke BTN (BBTN)

Kendati telah melepas portofolio kredit pensiunan, Henoch menegaskan, perseroan tetap berkomitmen menggarap pasar Indonesia.

SMBC Indonesia bersama anak usaha, yakni BTPN Syariah dan Grup OTO, akan tetap fokus melayani berbagai segmen nasabah mulai dari korporasi hingga ritel sebagai bank universal.

Untuk diketahui, SMBC Indonesia dan BTN telah menandatangani perjanjian pengalihan portofolio bisnis pensiun pada 22 Mei 2026.

Dalam proses tersebut, layanan pensiun yang saat ini dikelola SMBC Indonesia akan dialihkan secara bertahap kepada BTN.

Baca juga: BTN Akuisisi Kredit SMBC Indonesia buat Perluas Layanan Nasabah Pensiunan

Henoch memastikan proses pengalihan portofolio dilakukan dengan tetap mengedepankan kepentingan nasabah.

“SMBC Indonesia bersama BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pengalihan portofolio ini berjalan dengan baik untuk memastikan kepentingan nasabah tetap menjadi fokus utama,” ucapnya.

Adapun transaksi dilakukan melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola TASPEN dengan estimasi nilai mencapai Rp12,58 triliun.

Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah. SHUTTERSTOCK/KHONGTHAM Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah.

Baca juga: BTN (BBTN) Garap Segmen Payroll dan Pensiunan lewat Akuisisi Kredit SMBC Indonesia

Sementara melalui transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintahan dengan estimasi nilai Rp7,34 triliun.

Di sisi lain, Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN menyebut transaksi pengalihan portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi perseroan menjadi bank beyond mortgage.

Nilai transaksi pengalihan portofolio kredit tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp 19,9 triliun.

“Perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Safari Ramadan, Bank Mandiri Taspen Jangkau Ribuan Nasabah Pensiunan

Menurutnya, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan.

Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi tersebut juga dinilai membuka peluang peningkatan dana murah, transaksi nasabah, hingga optimalisasi ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah Indonesia.

BTN memproyeksikan transaksi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan ke depan melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.

“Langkah ini juga sejalan dengan strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank di segmen konsumer dengan layanan yang semakin lengkap bagi masyarakat,” tuturnya.

Tag:  #alasan #smbc #indonesia #alihkan #kredit #pensiunan

KOMENTAR