Rupiah Makin Terjepit, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Ilustrasi uang dollar Singapura, uang kertas pecahan 10 dollar Singapura.(MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE/JENSEN KOH )
14:56
29 Mei 2026

Rupiah Makin Terjepit, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah menghadapi tekanan yang semakin berat. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) bergerak mendekati level psikologis Rp 17.900 per dollar AS, level yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Di pasar spot, rupiah terdepresiasi 17.893 per dollar AS, turun 48 poin atau 0,27 persen.

Pada hari perdagangan yang sama, rupiah sempat menyentuh Rp 14.000 per dollar Singapura. Namun, tekanan itu berangsur mereda sehingga rupiah berhasil memangkas pelemahannya dan berada di posisi Rp 13.982 per dollar Singapura.

Sepanjang perdagangan hari ini, dollar Singapura diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 13.932-Rp 14.001. Sementara itu, sejak awal 2026, mata uang Negeri Singa tersebut telah menguat sekitar 7,34 persen terhadap rupiah.

Baca juga: Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Masyarakat Menengah RI Kena Imbas

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah terhadap dollar Singapura merupakan sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih sangat kuat.

Level tersebut bukan hanya menjadi rekor pelemahan baru, tetapi juga menunjukkan kurs rupiah belum menemukan titik keseimbangan yang mampu mengembalikan kepercayaan pasar.

Ibrahim melihat masih terdapat risiko pelemahan lanjutan hingga kisaran Rp 15.000-Rp 16.000 per dollar Singapura, apabila faktor-faktor yang saat ini membebani pasar keuangan Indonesia tidak segera membaik.

“Jadi memang rupiah terhadap dollar Singapura sudah menyentuh atau mendekati level Rp 14.000, bahkan Rp 14.000 yang merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah. Tetapi ada kemungkinan besar rupiah terhadap dollar Singapura akan menuju level Rp 15.000-Rp 16.000,” ujar Ibrahim saat dihubungi Kompas.com, Jumat sore ini.

Ia menilai tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari persoalan fundamental di dalam negeri yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. Menurut dia, sejumlah kebijakan pemerintah turut memengaruhi persepsi investor terhadap prospek fiskal Indonesia ke depan.

Baca juga: Rupiah Juga Anjlok terhadap Dollar Singapura, Apa Dampaknya bagi RI?

Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah berbagai program pemerintah dengan nilai anggaran besar yang dinilai menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara.

"Kita tahu bahwa banyak program pemerintah yang bernilai jumbo dan besar sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit anggaran," kata Ibrahim.

Tag:  #rupiah #makin #terjepit #dollar #singapura #tembus #14000 #rekor #terlemah #sepanjang #sejarah

KOMENTAR