Bulog Serap 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, 75 Persen Target Pengadaan 2026
– Perum Bulog mencatat realisasi serapan gabah dan beras petani mencapai 3.008.626 ton setara beras hingga 3 Juni 2026.
Angka tersebut setara sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pengadaan pangan nasional.
Baca juga: Produksi Beras Masih Naik, Mengapa Hasil Panen April 2026 Justru Turun?
Dalam waktu kurang dari enam bulan, perseroan mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, serta stabilitas harga pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pencapaian serapan 3 juta ton setara beras merupakan hasil kerja sama berbagai pihak selama musim panen berlangsung.
Menurut dia, keberhasilan tersebut melibatkan petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang terlibat dalam proses pengadaan.
“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Rizal dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Produksi Beras Naik, Tapi Panen Padi April 2026 Turun 15 Persen
Serapan pengadaan mendekati target tahunan
Realisasi pengadaan yang telah mencapai lebih dari 3 juta ton setara beras membuat Bulog semakin dekat dengan target nasional sebesar 4 juta ton pada 2026.
Pencapaian tersebut diraih ketika tahun berjalan belum memasuki pertengahan. Dengan demikian, sekitar tiga perempat target pengadaan nasional telah terealisasi dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
Ilustrasi beras.
Perseroan menilai capaian tersebut menunjukkan efektivitas pelaksanaan program pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang dijalankan sepanjang musim panen.
Selain mendukung penguatan stok pangan pemerintah, penyerapan hasil panen juga ditujukan untuk memastikan gabah dan beras petani terserap pasar dengan baik.
Baca juga: Bulog akan Kirim Utusan ke Serawak, Bahas Ekspor Beras Ke Malaysia
HPP Rp 6.500 per kilogram dinilai berjalan efektif
Rizal menilai capaian serapan tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani berjalan sesuai tujuan.
Menurut dia, penetapan Harga Pembelian Pemerintah atau HPP gabah kering petani sebesar Rp 6.500 per kilogram mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di berbagai daerah.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia,” katanya.
Kebijakan HPP tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk menjaga harga gabah di tingkat petani sekaligus mendukung proses pengadaan dalam negeri.
Baca juga: Beras Bulog Diusulkan untuk ASN, TNI, dan Polri, Stok Diklaim Tetap Cukup
Melalui mekanisme pengadaan yang dilakukan Bulog, hasil panen petani dapat terserap sehingga memberikan kepastian pemasaran selama musim panen berlangsung.
Stok cadangan beras pemerintah lampaui 5 juta ton
Keberhasilan serapan gabah dan beras juga berdampak pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Bulog menyebutkan stok beras yang dikelolanya kini telah melampaui 5 juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Penguatan stok tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga pangan hingga pelaksanaan program bantuan pangan.
Baca juga: Malaysia Nego 500.000 Ton Beras RI Seharga Rp 8 Triliun
Produksi beras nasional Semester I 2026 capai 19,31 juta ton.
Selain itu, ketersediaan stok juga dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk mitigasi potensi bencana maupun gejolak pasar.
“Stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar,” tulis perseroan.
Optimistis target 4 juta ton tercapai
Bulog menyatakan optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat dicapai bahkan sebelum akhir tahun.
Optimisme tersebut didasarkan pada masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis yang berpotensi menambah volume pengadaan dalam beberapa bulan mendatang.
Baca juga: Wamentan: Beras Pemerintah 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyebut akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, aparat, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta pelaku lainnya di rantai pasok pangan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pengadaan gabah dan beras nasional.
Bulog menyatakan capaian serapan yang telah menembus 3 juta ton menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga ketersediaan stok beras pemerintah.
“Bulog akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan mencapai 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Rizal.
Tag: #bulog #serap #juta #gabah #beras #petani #persen #target #pengadaan #2026