BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
Ilustrasi beras nasional. Foto: Pekerja membongkar muat beras di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Senin (6/4/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd]
13:01
3 Juni 2026

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras nasional bakal mengalami penurunan selama periode Mei hingga Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025 lalu.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini menyatakan potensi produksi beras berasal dari proyeksi produksi pada yang diramalkan mencapai 13,75 ton gabah kering giling (GKG) selama Mei-Juli 2026.

"Potensi produksi beras untuk Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa (3/6/2026).

Menurutnya, potensi luas panen padi selama Mei-Juli 2026 diperkirakan 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tapi secara kumulatif, luas panen pada Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare atau naik tipis 0,02 persen secara tahunan.

‎"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Mei hingga Juli 2026 seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, kemudian banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya," beber dia.

Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Kondisi ini tercermin dari hasil Kerangka Sampel Area (KSA) BPS pada April 2026. Dalam pengamatannya, terlihat bahwa mayoritas lahan pertanian sedang dalam fase ditanami atau standing crop sekitar 34 persen.

Hasil pengamatan juga memperlihatkan bahwa kondisi lahan yang sedang ditanami selain padi ada sebanyak sekitar 22,90 persen. Sedangkan lahan yang sedang dipanen ada sekitar 17,37 persen.

Kemudian yang sedang diberakan atau dibiarkan ada sekitar 12,45 persen, lalu yang sedang persiapan lahan ada sekitar 12,27 persen.

"Dari luas standing crop yang ada pada bulan April 2026, mayoritas ada pada fase generatif yaitu sebesar 13,53 persen dan sebagian besar berpotensi dipanen pada Mei 2026," lanjutnya.

Sebagai catatan, tanaman padi pada fase generatif ini umumnya akan dipanen satu bulan ke depan. Kemudian fase vegetatif akhir akan dipanen dua bulan ke depan. Sedangkan fase vegetatif awal akan dipanen tiga bulan ke depan.

Pudji juga menjelaskan soal kondisi curah hujan per April 2026. Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan bulan lalu secara umum mayoritas berada pada kriteria menengah dan tinggi rendahnya curah hujan ini mempengaruhi budidaya tanaman padi di setiap wilayah.

‎Berdasarkan pemetaan lokasi potensi panen Mei-Juli 2026, ia mengungkapkan, potensi panen sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Sedangkan di Pulau Sumatra ada di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Wilayah lainnya yakni Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Editor: Dicky Prastya

Tag:  #ramal #produksi #padi #beras #nasional #turun #bulan #depan

KOMENTAR