Trump Siapkan Rp 12,6 Triliun untuk Hidupkan Lagi Industri Batu Bara AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berupaya menghidupkan industri batu bara AS yang terus tertekan.
Trump mengumumkan rencana penggunaan dana hampir 700 juta dollar AS untuk mendukung pembangkit listrik tenaga batu bara dan ekspor batu bara.
Nilai tersebut setara sekitar Rp 12,62 triliun.
Pemerintah AS akan memakai kewenangan dalam undang undang pertahanan nasional era Perang Dingin untuk mendukung 13 pembangkit listrik tenaga batu bara di sejumlah wilayah.
Dana tersebut juga akan digunakan untuk membantu pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di Alaska dan Virginia Barat.
Jika terealisasi, dua proyek itu akan menjadi pembangkit listrik tenaga batu bara baru pertama di AS sejak 2013.
Selain itu, dana tersebut akan dipakai untuk menghidupkan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah ditutup di Maryland.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Pasar Tunggu Kepastian Trump
Pemerintah AS juga akan mendukung pembangunan terminal ekspor batu bara di Oakland, California, yang lama tertunda.
Pejabat Gedung Putih mengatakan, seluruh rencana itu akan mendukung atau menciptakan lebih dari 14.000 lapangan kerja.
Lapangan kerja tersebut mencakup industri batu bara, konstruksi, kereta api, dan maritim.
Trump memakai Undang Undang Produksi Pertahanan atau Defense Production Act.
Undang undang tahun 1950 itu memberi kewenangan luas kepada presiden atas industri yang terkait keamanan nasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berjalan menaiki pesawat kepresidenan di Bandara Morristown, Negara Bagian New Jersey, 22 Mei 2026.
Trump mengatakan, langkah tersebut akan memungkinkan pembangkit listrik tenaga batu bara berinvestasi untuk memperpanjang masa operasional hingga beberapa dekade.
Rencana itu akan “memperkuat keandalan jaringan listrik kita, yang sebenarnya merupakan penerima manfaat terbesar,” kata Trump dalam acara di Gedung Putih.
“Batu bara adalah bisnis yang hebat,” kata Trump. “Dalam hal tenaga, benar-benar tidak ada yang seperti itu,” katanya.
Baca juga: Ekspor CPO, Batu Bara, dan Ferro Alloy Lewat DSI Diatur 3 Permendag
Upaya balikkan penurunan batu bara AS
Pengumuman ini menjadi langkah terbaru Trump untuk membalikkan penurunan jangka panjang industri batu bara AS.
Pemerintah AS pada musim gugur lalu menyatakan akan membuka 13 juta hektar lahan federal untuk penambangan batu bara.
Pemerintah juga menyediakan 625 juta dollar AS untuk mengaktifkan kembali atau memodernisasi pembangkit listrik tenaga batu bara. Nilai tersebut setara sekitar Rp 11,27 triliun.
Trump juga menerbitkan perintah eksekutif tidak lama setelah kembali menjabat.
Perintah itu diarahkan untuk menghidupkan kembali batu bara, sumber energi yang andal tetapi berpolusi.
Industri batu bara AS menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
Penyebabnya antara lain aturan lingkungan yang lebih ketat, persaingan gas alam yang lebih murah, dan pertumbuhan energi terbarukan.
Melalui perintah Trump, Departemen Energi AS mewajibkan pembangkit listrik tenaga batu bara di Michigan, Indiana, Colorado, dan negara bagian Washington tetap beroperasi melewati jadwal pensiun.
Pemerintah menilai pembangkit tersebut masih dibutuhkan untuk memenuhi kenaikan permintaan listrik AS.
Kenaikan permintaan terutama berasal dari pusat data, kecerdasan buatan, dan kendaraan listrik.
Departemen Energi AS juga memperpanjang sejumlah perintah jangka pendek agar pembangkit tetap beroperasi.
Lembaga tersebut telah memerintahkan pembangkit listrik tenaga minyak dan gas di Maryland serta Pennsylvania tetap beroperasi melewati jadwal penutupan.
Menteri Energi AS Chris Wright pada Kamis juga mengeluarkan perintah darurat.
Perintah tersebut mewajibkan pembangkit listrik tenaga batu bara di Orlando, Florida, tetap beroperasi meski semula dijadwalkan ditutup bulan ini.
Wright mengulang klaim pemerintah.
Menurut dia, penggunaan perintah darurat untuk menjaga pembangkit batu bara tua tetap beroperasi telah membantu mencegah pemadaman listrik besar saat cuaca dingin ekstrem melanda sebagian besar wilayah AS pada akhir Januari dan awal Februari.
Sementara itu, Badan Perlindungan Lingkungan AS atau Environmental Protection Agency, EPA, mengusulkan revisi aturan era Presiden Barack Obama tentang kabut regional.
Administrator EPA Lee Zeldin mengatakan, aturan tersebut dapat memaksa penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara di Wyoming.
Menurut Zeldin, pembangkit tersebut memakai batu bara dari Wyoming.
Pembangkit itu juga mendukung ratusan pekerjaan di sektor pertambangan dan energi, serta penting untuk menyediakan energi yang andal dan terjangkau bagi keluarga di seluruh negara bagian.
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyebut batu bara penting bagi jaringan listrik AS.
“Ini adalah tulang punggung untuk memiliki energi Amerika yang terjangkau, andal, dan aman untuk menggerakkan negara kita, menggerakkan jaringan listrik kita, menggerakkan daya saing kita di bidang AI, dan menggerakkan semua manufaktur yang akan kembali,” katanya.
Kelompok lingkungan kritik kebijakan Trump
Kelompok lingkungan mengecam upaya Trump meningkatkan penggunaan batu bara. Kebijakan ini muncul saat pemerintahan Trump memperketat dukungan terhadap energi terbarukan.
Pemerintah membekukan izin proyek angin lepas pantai, mengakhiri kredit pajak energi bersih, serta memblokir proyek angin dan surya di lahan federal.
“Mendukung miliarder batubara dengan uang pembayar pajak adalah satu lagi cara bagi pemerintahan Trump untuk memprioritaskan pencemar dan membahayakan kita semua,” kata Kit Kennedy, direktur pelaksana bidang energi di Natural Resources Defense Council. “Apa selanjutnya, dana talangan pembayar pajak untuk membangun bilik telepon baru?”
Kennedy dan sejumlah pengkritik lain menilai perintah Trump akan membuat tagihan listrik naik dan kualitas udara memburuk.
“Hal terbaik untuk udara, iklim, dan tagihan listrik kita adalah membiarkan mereka “Pembangkit listrik pensiun dengan tenang,” katanya.
“Menghabiskan $700 juta untuk menyelamatkan industri batubara sama seperti melemparkan tali penyelamat ke kapal yang sudah tenggelam,” kata Lena Moffitt, direktur eksekutif Evergreen Action, kelompok lingkungan lainnya.
Nilai 700 juta dollar AS tersebut setara sekitar Rp 12,62 triliun.
Presiden dan Chief Executive Officer Asosiasi Pertambangan Nasional Rich Nolan mengatakan, pembangkit listrik tenaga batu bara membantu melindungi konsumen dari fluktuasi harga energi.
Menurut Nolan, pembangkit batu bara juga membantu menghadapi tantangan pasokan yang diperburuk oleh kebutuhan kecerdasan buatan.
Strategi Trump akan “memastikan bahwa peningkatan aset energi yang ada dilakukan” di dalam negeri, “dan di pelabuhan kita untuk memastikan bahwa batubara AS dapat memenuhi kebutuhan dunia,” katanya.
Pangsa batu bara terus turun
Batu bara pernah memasok lebih dari separuh produksi listrik AS. Namun, porsinya turun menjadi sekitar 15 persen pada 2024, dari sekitar 45 persen pada 2010.
Gas alam kini memasok sekitar 43 persen listrik AS. Sisanya berasal dari energi nuklir dan energi terbarukan, seperti angin, surya, dan tenaga air.
Ekspor batu bara AS juga menurun pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump.
Administrasi Informasi Energi AS atau Energy Information Administration menyebut penurunan itu terutama dipicu berkurangnya pengiriman batu bara ke China.
Penurunan terjadi setelah China memberlakukan tarif balasan terhadap produk AS pada tahun lalu.
Tarif tersebut menjadi respons atas kebijakan tarif luas yang diumumkan Trump.
Permintaan batu bara global sempat naik ke level rekor dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency memperkirakan permintaan tersebut akan mendatar atau menurun dalam beberapa tahun mendatang.
Perusahaan AS juga sulit memperluas pasar baru karena banyak negara memiliki cadangan batu bara yang melimpah.
Meski begitu, Trump terus mendorong pemulihan ekspor batu bara di Pantai Barat AS.
Perusahaan tambang batu bara sejak lama berupaya mengirim batu bara dari Utah dan Cekungan Powder River di Montana serta Wyoming ke pasar Asia.
Pengembang kini masih bersengketa dengan Pemerintah Kota Oakland terkait pembangunan terminal ekspor di lokasi bekas pangkalan Angkatan Darat AS yang sudah dinonaktifkan.
Warga dan kelompok advokasi menyuarakan kekhawatiran atas dampak kereta bermuatan batu bara terhadap kesehatan masyarakat, keselamatan, dan lingkungan.
Tag: #trump #siapkan #triliun #untuk #hidupkan #lagi #industri #batu #bara