Purbaya Umumkan Defisit APBN Capai 0,70 Persen PDB hingga Mei 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konpers APBN KiTa di Kemenkeu, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
14:40
5 Juni 2026

Purbaya Umumkan Defisit APBN Capai 0,70 Persen PDB hingga Mei 2026

Kementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp 180,4 triliun hingga akhir Mei 2026.

Angka tersebut setara 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi APBN hingga Mei 2026 masih menunjukkan sejumlah perkembangan positif.

Salah satunya terlihat dari penerimaan pajak yang tumbuh 22,1 persen.

"Realiasasi APBN sampai Mei 2026, defisitnya tinggal Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Purbaya Jual Kinerja Pajak ke S&P, Setor Bukti Defisit APBN Tetap Terkendali

Dari sisi penerimaan, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.185 triliun atau 19,1 persen dari target APBN.

Penerimaan negara masih didominasi sektor perpajakan yang menjadi tulang punggung kas negara.

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen dari target.

Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp 834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen.

Sementara itu, kepabeanan dan cukai menyumbang Rp 123,8 triliun atau tumbuh tipis 0,7 persen.

Purbaya mengatakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga Mei 2026 mencapai Rp 226,4 triliun atau 19,9 persen dari target APBN.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara tercatat lebih tinggi dibandingkan pendapatan sehingga APBN mengalami defisit.

Hingga akhir Mei 2026, belanja negara mencapai Rp 1.365 triliun atau 35,5 persen dari pagu APBN.

Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu.

Baca juga: Purbaya: APBN Amanat Rakyat, Nilai Pancasila Harus Hadir dalam Setiap Kebijakan Fiskal

Sementara itu, transfer ke daerah terealisasi Rp 306,1 triliun atau 44,2 persen dari pagu.

Secara lebih rinci, belanja kementerian dan lembaga terealisasi Rp 517,7 triliun atau 34,3 persen dari pagu.

Belanja non kementerian dan lembaga mencapai Rp 541,6 triliun atau 33 persen dari pagu.

Kementerian Keuangan juga mencatat keseimbangan primer mencapai Rp 58,6 triliun atau 65,5 persen dari target APBN.

Sementara itu, pembiayaan anggaran tercatat Rp 379,4 triliun atau 55,1 persen dari target.

Tag:  #purbaya #umumkan #defisit #apbn #capai #persen #hingga #2026

KOMENTAR