IHSG Anjlok 4,20 Persen ke 5.594, WIFI, JPFA, dan PGAS Ambles
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026), seiring aksi jual besar-besaran yang masih membayangi pasar saham domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup anjlok 4,20 persen atau turun 245,02 poin ke level 5.594,76. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif IHSG setelah sehari sebelumnya juga terkoreksi tajam.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor dan menyeret indeks ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 626 saham ditutup melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham stagnan.
Baca juga: Saham BBCA dan BBRI Jatuh ke Level Terendah 5 Tahun, Saatnya Beli?
Aktivitas perdagangan saham terpantau masih tinggi. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,19 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 37,36 miliar saham. Adapun nilai transaksi pasar mencapai Rp 31,41 triliun.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut tertekan. Indeks LQ45 turun 23,17 poin atau 3,99 persen ke level 557,74.
Seluruh sektor kompak melemah
Pelemahan IHSG diikuti seluruh indeks sektoral yang berakhir di zona merah. Sektor transportasi menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah anjlok 5,97 persen.
Disusul sektor energi yang turun 5,73 persen dan sektor perindustrian yang melemah 5,72 persen. Tekanan jual yang merata mencerminkan sentimen negatif investor terhadap aset berisiko di pasar domestik.
Baca juga: Mayora (MYOR) Tebar Dividen Rp 60 per Saham
Tidak ada satu pun sektor yang mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan hari ini. Kondisi tersebut menunjukkan aksi jual terjadi secara luas di berbagai kelompok saham.
WIFI, PGAS, dan JPFA top lossers LQ45
Di kelompok saham unggulan LQ45, sejumlah saham berbasis komoditas masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar.
Top gainers LQ45 dipimpin oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 4,10 persen. Disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 3,21 persen dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 1,45 persen.
Di sisi lain, saham-saham teknologi dan energi menjadi pemberat utama indeks.
Top losers LQ45 dipimpin PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang anjlok 15 persen ke level 1.445. Kemudian PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 11,63 persen ke posisi 1.520 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 10 persen.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, Saham ADMR, RAJA, PTBA Berpotensi Cuan
Selain saham LQ45, tekanan juga terjadi pada sejumlah saham lapis dua dan tiga. Saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 14,65 persen, sedangkan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melemah 13,56 persen.
Rupiah menguat tipis, bursa Asia kompak merah
Di tengah pelemahan pasar saham domestik, nilai tukar rupiah justru ditutup menguat tipis terhadap dollar AS.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.036 per dollar AS pada Jumat (5/6/2026), menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Baca juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Saham AI Berguguran
Meski demikian, mayoritas bursa saham Asia masih ditutup di zona merah.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31 persen ke level 66.588,10. Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen menjadi 24.961,94, sedangkan SSE Composite China turun 0,74 persen ke posisi 4.027,73.
Di kawasan Asia Tenggara, indeks Straits Times Singapura turut melemah 0,40 persen ke level 5.047,27.
Pelemahan serentak di pasar regional mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia dan turut membebani pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.