Hadapi Inflasi Medis, BRI Life Perkuat Ekosistem Kesehatan
Direktur BRI Life Sutadi(Dok. BRI Life)
17:24
5 Juni 2026

Hadapi Inflasi Medis, BRI Life Perkuat Ekosistem Kesehatan

 PT Asuransi BRI Life memperkuat transformasi layanan digital di tengah perubahan regulasi dan model layanan kesehatan di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan saat industri asuransi kesehatan menghadapi tekanan kenaikan biaya layanan kesehatan dan inflasi medis.

Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, mengatakan tantangan industri asuransi kesehatan saat ini perlu dihadapi melalui kerja sama seluruh pelaku dalam ekosistem kesehatan.

“Peningkatan biaya layanan kesehatan dan tren inflasi medis menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama. Implementasi POJK No. 36 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan membangun model bisnis yang lebih sehat serta berkelanjutan," kata Andrew dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: BRI Life Bayar Klaim Rp 1,17 Triliun, Rasio Klaim Lebih Rendah dari Industri

Andrew mengatakan transformasi digital perlu berjalan bersama peningkatan literasi digital. Menurut dia, masyarakat perlu memahami manfaat transformasi tersebut agar layanan asuransi kesehatan semakin relevan dan mudah diakses.

BRI Life juga menyatakan akan terus mendukung berbagai inisiatif untuk memperkuat industri asuransi nasional.

"Sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia," imbuh dia.

BRI Life menerima penghargaan Best Digital Health Insurance Experience dalam ajang Health Insurance Ecosystem Forum 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas upaya perusahaan beradaptasi dan mengembangkan layanan digital di tengah perubahan regulasi serta model layanan kesehatan digital.

Baca juga: BRI Life Gandeng RS Awal Bros Group Hadirkan Layanan Rawat Inap Premium

Health Insurance Ecosystem Forum 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri asuransi, dan penyedia fasilitas kesehatan.

Forum tersebut membahas arah ekosistem asuransi kesehatan nasional, termasuk implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025, pengendalian inflasi medis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

"Penghargaan sebagai Best Digital Health Insurance Experience ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim BRI Life serta kepercayaan besar dari para nasabah kami. Trophy ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat digitalisasi produk dan layanan, serta menghadirkan proteksi kesehatan yang tidak hanya responsif tetapi juga berkelanjutan di masa depan," tutup Andrew.

Baca juga: BRI Life Rilis Asuransi Digital Fleksibel untuk Gaya Hidup Modern

Sebagai informasi, BRI Life membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 1,17 triliun pada kuartal I 2026.

Nilai tersebut turun 2,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,20 triliun.

Pada kuartal I 2026, rasio klaim industri tercatat sebesar 78,2 persen.

Sementara itu, rasio klaim dan manfaat BRI Life berada di level 48,9 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata rasio klaim industri asuransi jiwa nasional.

BRI Life menilai rasio klaim dan manfaat yang tetap terjaga mencerminkan kesehatan portofolio perusahaan dan kepercayaan nasabah.

Tag:  #hadapi #inflasi #medis #life #perkuat #ekosistem #kesehatan

KOMENTAR