HKTI Sebut MBG Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Ciptakan Lapangan Kerja
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM)
18:56
5 Juni 2026

HKTI Sebut MBG Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Ciptakan Lapangan Kerja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Harian HKTI Bachtiar Utomo mengatakan, program tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut dia, MBG berperan dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Baca juga: Kepala Baru BGN Moratorium Dapur MBG dan Siapkan Efisiensi Anggaran

Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG).

“Program Makan Bergizi Gratis sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program ini juga mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Bachtiar dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Dorong serapan hasil pertanian

Selain aspek kesehatan dan pemenuhan gizi, Bachtiar menilai program MBG turut memberikan dampak positif terhadap sektor pangan nasional.

Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut dinilai dapat meningkatkan serapan hasil produksi dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Menurut Bachtiar, kondisi tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Baca juga: Bantah Kabar Dana MBG Disetop, BGN: Hoaks

“Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap. Dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” katanya.

Peningkatan kebutuhan pasokan pangan untuk program MBG juga dinilai dapat memperkuat keterhubungan antara sektor produksi pangan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat melalui rantai pasok yang lebih luas.

Ilustrasi menu makan bergizi gratis. KOMPAS.com/Egadia Birru Ilustrasi menu makan bergizi gratis.

Berpotensi menciptakan lapangan kerja

HKTI juga menilai program MBG memiliki potensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Peluang tersebut muncul dari kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai tahapan pelaksanaan program, mulai dari penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga operasional dapur.

Baca juga: Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Mau Moratorium Dapur MBG Baru untuk Efisiensi

Menurut Bachtiar, aktivitas ekonomi yang muncul dari pelaksanaan program dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat.

Selain itu, pelaksanaan MBG disebut memiliki dampak berganda atau multiplier effect terhadap perekonomian daerah karena melibatkan berbagai pelaku usaha dalam rantai pasok pangan nasional.

Pihak yang terlibat tidak hanya petani, tetapi juga peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku usaha jasa.

“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Ada petani yang hasil panennya terserap, UMKM yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta,” jelas Bachtiar.

Baca juga: Purbaya Kaget Dadan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG: Kasihan Amat...

Dinilai perkuat ketahanan pangan

HKTI meyakini Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat sektor pangan nasional.

Menurut organisasi tersebut, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh para pelaku usaha di sektor pangan yang terlibat dalam rantai pasok program.

Bachtiar menilai dampak yang dihasilkan dapat mencakup peningkatan kualitas gizi masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani, pergerakan ekonomi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan nasional.

“Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, petani semakin sejahtera, ekonomi daerah bergerak, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tutupnya.

Tag:  #hkti #sebut #tingkatkan #kesejahteraan #petani #ciptakan #lapangan #kerja

KOMENTAR