Mendag Dorong Mahasiswa Ekspor, Bisa Lewat Marketplace
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan usai memberikan pengarahan dalam acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).(Syakirun Ni'am)
15:16
12 Juni 2026

Mendag Dorong Mahasiswa Ekspor, Bisa Lewat Marketplace

- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, mendorong mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membidik ceruk pasar di beberapa negara tetangga.

Pesan itu Busan sampaikan saat menjadi pembicara dalam Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor di IPB, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Busan mengatakan, saat ini marketplace sudah memfasilitasi akses penjualan ke negara lain.

“Shopee sekarang sudah memfasilitasi ekspor, ya. Bisa ke Filipina, ke Manila, ke Malaysia, ya, Singapura juga, ya. Jadi melalui platform e-commerce-nya,” kata Busan.

Baca juga: Ekspor Industri Kerajinan Capai Rp 2,97 triliun Pada Kuartal I 2026

Ia menyebut, beberapa waktu lalu pasar sedang dihadapkan pada resesi global. Sementara, saat ini tengah dihadapkan pada perang di Timur Tengah.

Peperangan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran memblokade perairan di Teluk Persia, mengakibatkan harga minyak mentah melonjak hingga akhirnya mengerek naik biaya energi dan logistik.

Namun, menurut Busan, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor komoditas tertentu.

“Ekspor kita Januari–April ini meningkat 5,46 persen, ya. Surplus kita sekarang 5,6 miliar US dollar. Dan ini 72 bulan berturut-turut kita surplus terus, ya. Jadi kita optimistis,” ujar Busan.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki program UMKM Bisa Ekspor.

Melalui program itu, pemerintah memberikan pendampingan agar produk UMKM bisa memenuhi standar ekspor hingga mendapatkan pembeli dari luar negeri.

UMKM yang dibina Kemendag diminta menyampaikan presentasi ke atase perdagangan Indonesia di luar negeri (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC).

Setelah itu, ITPC akan mencarikan calon pembeli. Setelah mendapatkan buyer, pelaku UMKM diminta langsung menyampaikan presentasi.

“Tahun lalu itu transaksinya itu sudah 134,8 juta US dollar, Rp 2 triliun lebih. Itu UMKM yang 70 persen belum pernah ekspor. Tahun ini Januari–April sudah 193,88 juta US dollar,” kata dia.

Menurut Busan, salah satu contoh yang berhasil menembus pasar ekspor adalah mahasiswa Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB, Al Fiqie.

Ia tercatat sudah menjadi CEO PT Eksport Tani Nusantara yang sudah berhasil mengekspor produk pertanian ke Bangladesh dan Maladewa.

Terbaru, Al Fiqie bahkan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) penjualan produk pertanian dengan pengusaha China senilai Rp 33 miliar dalam pameran SIAL Shanghai beberapa waktu lalu.

“Kami pengin ya anak-anak kita, mahasiswa ini, nanti ketika mencari pasar itu mudah. Jadi seperti Mas Fiqie ini,” kata Busan.

Baca juga: Airlangga: Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Pembangunan Transmisi 1,5 Tahun

Tag:  #mendag #dorong #mahasiswa #ekspor #bisa #lewat #marketplace

KOMENTAR