Studi Ungkap Gemar Minuman Manis Memperpendek Umur
– Kebiasaan mengonsumsi minuman manis ternyata bukan sekadar berdampak pada berat badan, tetapi juga bisa memengaruhi usia harapan hidup seseorang.
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa minuman berpemanis gula atau sugar-sweetened beverages (SSB) berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Para ahli menegaskan, konsumsi berlebihan minuman ini dapat memicu berbagai gangguan metabolisme yang berdampak jangka panjang bagi kesehatan. Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Standar Gula Minuman sebagai Agenda Preventif
Minuman manis berkaitan dengan risiko kematian dini
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap bahwa konsumsi minuman manis berkontribusi besar terhadap meningkatnya kasus penyakit kronis di dunia.
Dalam studi tersebut, peneliti memperkirakan bahwa jutaan kasus diabetes tipe 2 dan penyakit jantung setiap tahunnya berkaitan dengan konsumsi minuman berpemanis gula.
Ahli jantung preventif, Adedapo Iluyomade, MD menjelaskan, minuman ini mencakup berbagai jenis, seperti soda, minuman energi, minuman rasa buah, hingga minuman tradisional dengan tambahan gula.
“Minuman berpemanis gula dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular melalui berbagai mekanisme langsung maupun tidak langsung,” jelasnya seperti dikutip Prevention, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Sering Ngopi Tinggi Gula? Kenali Risiko Sugar Rush yang Bisa Berujung Diabetes
Lonjakan gula dalam tubuh picu gangguan metabolisme
Salah satu alasan utama minuman manis berbahaya adalah efeknya terhadap kadar gula darah.
Menurut Iluyomade, gula dalam bentuk cair diserap tubuh dengan sangat cepat, sehingga menyebabkan lonjakan glukosa dan insulin dalam waktu singkat.
“Penyerapan gula yang cepat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin, yang mendorong penumpukan lemak viseral dan resistensi insulin,” ujarnya.
Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut, sekaligus meningkatkan risiko diabetes.
Seiring waktu, kondisi tersebut juga dapat memicu tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga peradangan kronis, yang semuanya merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Baca juga: Obat Alami untuk Mengurangi Peradangan Kronis Apa? Ini 8 Daftarnya...
ilustrasi kopi susu.
Konsumsi berlebihan menggantikan asupan yang lebih sehat
Selain dampak langsung, minuman manis juga memiliki efek tidak langsung terhadap kesehatan.
Menurut ahli gizi Melissa Mroz-Planells, D.C.N., R.D.N., konsumsi minuman tinggi gula sering kali menggantikan pilihan yang lebih sehat.
“Segala jenis gula tambahan dalam makanan atau minuman sebaiknya dibatasi,” imbau dia.
Ketika seseorang terlalu sering minum minuman manis, mereka cenderung mengurangi konsumsi air putih atau minuman bernutrisi lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat memperburuk kualitas pola makan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Baca juga: Tren Minum Air Hangat Pagi Hari Viral di TikTok, Benarkah Baik untuk Pencernaan?
Batasi konsumsi untuk menjaga kesehatan jangka panjang
Para ahli menyarankan agar minuman berpemanis gula tidak dikonsumsi setiap hari.
“Bagi kebanyakan orang, sebaiknya kurang dari satu porsi per minggu, terutama jika diimbangi dengan pola makan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Mroz-Planells menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi secara bertahap, misalnya dengan mengganti minuman manis dengan air putih atau air soda tanpa gula yang dicampur buah segar.
Langkah kecil ini dinilai efektif untuk membantu tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rasa manis.
Baca juga: Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Tinggi dari Minuman Manis
Kesadaran pola hidup sehat jadi kunci utama
Meski penelitian ini bersifat observasional dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan tersebut memperkuat bukti bahwa gaya hidup memiliki peran besar terhadap kesehatan.
Kebiasaan sederhana seperti memilih minuman yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Dengan mengurangi konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat, risiko penyakit kronis pun dapat ditekan.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Gula Baru yang Tetap Manis tapi Tidak Picu Lonjakan Insulin
Tag: #studi #ungkap #gemar #minuman #manis #memperpendek #umur