Gencatan Senjata Nyaris Habis, JD Vance Kembali Pimpin Misi Perundingan dengan Iran
Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026). Vance tiba di ibu kota Pakistan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan perdamaian penting dengan Iran, di bawah naungan gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.(AFP/JACQUELYN MARTIN)
08:54
15 April 2026

Gencatan Senjata Nyaris Habis, JD Vance Kembali Pimpin Misi Perundingan dengan Iran

- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance diprediksi akan kembali memimpin putaran kedua perundingan damai dengan pejabat Iran. 

Langkah diplomatik ini diharapkan dapat terlaksana sebelum gencatan senjata selama dua pekan berakhir pada pekan depan.

Berdasarkan laporan dari sejumlah sumber yang mengetahui isu tersebut kepada CNN, Presiden AS Donald Trump telah memberikan kepercayaan penuh kepada tiga tangan kanannya untuk mencari jalan keluar diplomatik guna mengakhiri perang.

Baca juga: Perundingan Israel-Lebanon di Washington, Apa yang Perlu Diketahui?

Selain Vance, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan akan turut hadir dalam pertemuan tersebut. 

Kushner sendiri diketahui telah memimpin pembicaraan diplomatik sejak sebelum konflik dengan Iran pecah, sebagaimana dilansir CNN.

Ketiga orang kepercayaan Trump tersebut terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak Iran maupun perantara internasional lainnya. 

Pada perundingan damai sebelumnya, baik AS dan Iran tidak menemui kata sepakat meski telah berdialog selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Perundingan Gagal, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Sinyal pertemuan di Pakistan

Meski persiapan internal sedang dibahas secara mendalam, kepastian mengenai waktu dan lokasi pertemuan kedua masih belum diputuskan secara resmi hingga Selasa (14/4/2026) malam.

Meski demikian, Trump mengungkapkan, putaran kedua perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan segera digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara dengan jurnalis The New York Post yang berada di Islamabad, Pakistan, pada Selasa waktu setempat. 

Diperkirakan, putaran kedua perundingan damai antara AS dan Iran akan digelar pada Kamis (16/4/2026) setelah kedua belah menemui kebuntuan dalam pertemuan pertama.

Baca juga: 5 Kendala di Balik Gagalnya Perundingan AS-Iran

"Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," kata Trump.

Dia menambahkan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir melakukan pekerjaan hebat dalam mengatur pembicaraan tersebut.

"Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kita akan kembali ke sana," kata Trump.

Meski memberikan sinyal hijau terkait kelanjutan diplomasi, Trump memastikan bahwa dirinya tidak akan terlibat secara langsung dalam pertemuan tersebut. 

Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa komunikasi antar kedua negara terus berjalan, meskipun status jadwal pertemuan masih bersifat tentatif.

Baca juga: Respons Kecewa Sejumlah Negara Usai Perundingan AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Tag:  #gencatan #senjata #nyaris #habis #vance #kembali #pimpin #misi #perundingan #dengan #iran

KOMENTAR