Kasus Campak RI Melonjak di Banyak Wilayah, Ini Daerah Paling Terdampak
Ilustrasi campak. Kasus campak kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia pada awal 2026, dengan sejumlah daerah mencatat lonjakan signifikan.(Shutterstock/Prostock-studio)
18:48
2 April 2026

Kasus Campak RI Melonjak di Banyak Wilayah, Ini Daerah Paling Terdampak

Kasus campak di Indonesia kembali meningkat pada awal 2026 dan menyebar di berbagai wilayah.

Data yang dipaparkan Kementerian Kesehatan menunjukkan lonjakan terjadi di sejumlah provinsi sebelum akhirnya mulai menurun menjelang Maret 2026.

Meski tren nasional melandai, penyebaran yang luas membuat kondisi ini tetap menjadi perhatian serius.

Hal ini diungkap dalam webinar “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi” oleh Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (DGB FKUI) yang diikuti Kompas.com secara daring pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter

Sebaran Kasus Campak di Berbagai Wilayah

Penyebaran kasus campak di Indonesia menunjukkan pola yang berbeda di setiap wilayah.

Berikut rincian wilayah terdampak berdasarkan paparan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Indri Yogyaswari, dalam webinar tersebut:

  • Wilayah Sumatera:

    • Aceh: Kasus naik di awal 2026, lalu turun hingga hampir nol pada minggu terakhir.
    • Sumatera Utara: Sempat meningkat, kemudian menurun pada minggu ke-10 hingga ke-12.
    • Sumatera Barat: Puncak kasus di awal tahun, lalu turun signifikan.
    • Sumatera Selatan: Naik di awal tahun dan menurun di akhir periode.
    • Jambi: Kasus muncul di awal 2026 dan berangsur turun.
  • Wilayah Jawa dan Banten:

    • Banten: Kasus tinggi dan relatif stabil sejak akhir 2025, sempat naik di Januari lalu menurun.
    • DKI Jakarta: Fluktuatif sejak akhir 2025 hingga awal 2026, lalu melandai.
    • Jawa Barat: Pola naik-turun dengan puncak sekitar minggu ke-9 hingga ke-10.
    • Jawa Tengah: Kasus rendah namun konsisten, lalu menurun di akhir periode.
    • Jawa Timur: Sempat naik di awal 2026, kemudian turun bertahap.
  • Wilayah Kalimantan dan Sulawesi:

    • Kalimantan Barat: Naik di akhir 2025, sempat turun, lalu naik kembali sebelum akhirnya menurun.
    • Sulawesi Selatan: Lonjakan signifikan di awal 2026, kemudian menurun.
    • Sulawesi Tengah: Naik di awal tahun dan menurun secara bertahap.
  • Wilayah Nusa Tenggara:

    • Nusa Tenggara Barat (NTB): Kasus cukup tinggi di awal 2026, kemudian menunjukkan tren penurunan.

Baca juga: Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus Campak, Ini Bahayanya Menurut Dokter

Daerah dengan kasus tertinggi di tingkat kota dan kabupaten

Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi sejumlah daerah dengan kasus tertinggi. Daerah tersebut meliputi:

    • Tangerang Selatan
    • Kabupaten Tangerang
    • Kabupaten Bima
    • Kota Palembang
    • Pandeglang
    • Jakarta Barat
    • Depok
    • Palu
    • Serang
    • Kota Serang

Beberapa wilayah seperti Kabupaten Tangerang dan Palembang masih menunjukkan kenaikan kasus pada minggu ke-11 hingga ke-12.

Baca juga: Tenaga Medis Rentan Terpapar Campak, Kemenkes Perketat Perlindungan

Tren nasional mulai turun, kewaspadaan tetap diperlukan

Ilustrasi campak. Kasus campak kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia pada awal 2026, dengan sejumlah daerah mencatat lonjakan signifikan.Freepik Ilustrasi campak. Kasus campak kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia pada awal 2026, dengan sejumlah daerah mencatat lonjakan signifikan.

Indri menyatakan bahwa tren kasus secara nasional mulai menurun.

“Memang dari data terlihat trennya mulai turun, tetapi kasus tetap ada dan menyebar ke beberapa wilayah,” ujar dr. Indri dalam webinar tersebut.

Ia menegaskan bahwa penyebaran yang meluas menunjukkan campak masih menjadi ancaman kesehatan yang tidak bisa dianggap ringan.

Kondisi ini juga mencerminkan masih adanya kesenjangan cakupan imunisasi di berbagai daerah.

Upaya peningkatan imunisasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk menekan penyebaran campak di Indonesia.

Tag:  #kasus #campak #melonjak #banyak #wilayah #daerah #paling #terdampak

KOMENTAR