Imunitas Bisa Menurun, Dokter Sarankan Vaksin Campak untuk Dewasa
Ilustrasi vaksinasi. Meski sudah divaksin saat kecil, perlindungan campak bisa menurun seiring usia sehingga orang dewasa tetap berisiko terinfeksi.(SHUTTERSTOCK/TIRACHARD KUMTANOM)
10:06
5 April 2026

Imunitas Bisa Menurun, Dokter Sarankan Vaksin Campak untuk Dewasa

Orang dewasa tetap berisiko terkena campak meski sudah mendapat vaksin saat kecil.

Pakar kesehatan menyebut perlindungan imun dapat menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi ulang perlu dipertimbangkan pada kelompok tertentu. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah masih munculnya kasus di berbagai wilayah.

Hal ini disampaikan dalam webinar “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi” oleh Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (DGB FKUI) yang diikuti Kompas.com secara daring pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Tak Hanya Ruam, Campak Bisa Sebabkan Gangguan Saraf Jangka Panjang

Guru Besar FKUI, Prof. Iris Rengganis, menjelaskan bahwa banyak orang mengira imunisasi hanya diperlukan saat kecil.

Padahal, perlindungan dari vaksin dapat berkurang seiring bertambahnya usia atau yang dikenal sebagai waning immunity.

“Kita melihat adanya penurunan antibodi seiring bertambahnya usia,” ujar Prof. Iris dalam webinar tersebut.

Penurunan ini membuat sebagian orang dewasa kembali rentan terhadap infeksi, terutama jika riwayat imunisasinya tidak lengkap atau tidak jelas.

Baca juga: Kasus Campak RI Melonjak di Banyak Wilayah, Ini Daerah Paling Terdampak

Tidak semua dewasa punya perlindungan optimal

Ilustrasi vaksinasi. Meski sudah divaksin saat kecil, perlindungan campak bisa menurun seiring usia sehingga orang dewasa tetap berisiko terinfeksi.
Shutterstock/Fresh Stocks Ilustrasi vaksinasi. Meski sudah divaksin saat kecil, perlindungan campak bisa menurun seiring usia sehingga orang dewasa tetap berisiko terinfeksi.

Selain faktor penurunan imun, masih ada kelompok yang sejak awal tidak menerima vaksin secara lengkap. Akibatnya, perlindungan terhadap virus tidak terbentuk secara optimal sejak awal kehidupan.

Risiko paparan juga meningkat pada individu dengan mobilitas tinggi, seperti sering bepergian atau beraktivitas di lingkungan padat.

Kondisi ini membuat kelompok dewasa tetap perlu memperhatikan status imunisasinya.

Baca juga: Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus Campak, Ini Bahayanya Menurut Dokter

Kelompok yang perlu mempertimbangkan vaksin

Menurut Prof. Iris, ada beberapa kelompok yang sebaiknya lebih waspada.

Kelompok tersebut meliputi tenaga kesehatan, perempuan usia subur, serta individu yang tinggal atau beraktivitas di lingkungan padat.

Perempuan yang merencanakan kehamilan juga dianjurkan memastikan status imunisasi terlebih dahulu. Langkah ini penting karena vaksin tidak boleh diberikan saat kehamilan berlangsung.

Skema vaksin campak pada dewasa

Vaksin untuk dewasa umumnya diberikan dalam bentuk kombinasi seperti MMR. Pemberian dilakukan sebanyak dua dosis dengan jarak minimal 28 hari untuk mendapatkan perlindungan optimal.

“Minimal satu dosis untuk yang tidak jelas riwayat imunisasinya, dan dua dosis untuk perlindungan optimal,” kata Prof. Iris.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan antibodi tidak perlu dilakukan secara rutin sebelum vaksinasi, meski kondisi kesehatan tetap perlu diperiksa terlebih dahulu.

Vaksin dinilai aman dan efektif

Menurut Prof. Iris, vaksin tergolong aman dengan efek samping yang umumnya ringan. Reaksi yang mungkin muncul biasanya hanya berupa nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan.

Manfaat vaksin dinilai jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin terjadi.

“Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah infeksi,” ujarnya.

Selain melindungi individu, vaksinasi juga berperan penting dalam membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Untuk penyakit ini, cakupan imunisasi bahkan perlu mencapai lebih dari 95 persen karena tingkat penularannya sangat tinggi.

Baca juga: Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter

Vaksin dewasa belum masuk program nasional

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa program imunisasi saat ini masih difokuskan pada anak.

Pemberian vaksin dilakukan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak masuk sekolah dasar. Sementara itu, vaksin untuk dewasa belum termasuk dalam program nasional.

“Untuk dewasa tersedia vaksinnya, tetapi diberikan secara mandiri di fasilitas kesehatan,” jelas dr. Indri.

Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin dapat mengaksesnya secara mandiri di fasilitas kesehatan.

Kesadaran imunisasi perlu ditingkatkan

Para pakar menilai kesadaran terhadap imunisasi, termasuk pada kelompok dewasa, masih perlu ditingkatkan. Kasus yang masih terjadi menunjukkan perlindungan di masyarakat belum merata.

Dengan memastikan status imunisasi, risiko penularan dan komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

Vaksinasi tetap menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini di Indonesia.

Baca juga: Kasus Campak di Indonesia Turun 93 Persen, Ini Data Terbaru Kemenkes

Tag:  #imunitas #bisa #menurun #dokter #sarankan #vaksin #campak #untuk #dewasa

KOMENTAR