Gaya Hidup Tak Sehat dan Ancaman Penyakit Tak Menular
Penyakit tidak menular kini menjadi tantangan kesehatan utama di masyarakat seiring perubahan gaya hidup yang semakin minim aktivitas fisik. Banyak orang tanpa sadar terjebak dalam pola hidup sedentari yang lebih banyak duduk, yang diperburuk dengan konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak.
Penyakit akibat gaya hidup tidak sehat seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, sering tidak disadari oleh penderitanya karena memang tidak bergejala.
“Ada peserta cek kesehatan dengan gula darah sangat tinggi, bahkan sampai 500 mg/dL, atau tekanan darah di atas 200, tapi tidak ada keluhan. Ini yang berbahaya, karena penyakit-penyakit ini sering tidak bergejala di awal," kata dr.Ghivarel Adriensa dari RS Mulia Pajajaran Bogor.
Baca juga: Risiko Diabetes dan Hipertensi Usia Dewasa Mengintai Anak Stunting
Dalam acara skrining kesehatan gratis yang diadakan oleh PT.Dexa Medica di Kota Bogor Jawa Barat (12/4/2026) dan diikuti 679 peserta, didapatkan hasil 42,1 persen terdeteksi hipertensi, 54,2 persen kolesterol tinggi, dan 10,3 persen memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL.
"Hasil ini sejalan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin rentan terhadap gaya hidup kurang aktif. Makanya skrining itu sangat penting,” kata dr.Ghivarel.
Penyakit tidak menular bisa menjadi "pintu masuk" bagi kondisi yang lebih serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes menyumbang lebih dari 70 persen kematian di dunia setiap tahunnya.
Baca juga: Diabetes Pasti Berujung Penyakit Jantung, Benarkah? Simak Penjelasan Dokter
Skrining kesehatan gratis yang diadakan oleh PT.Dexa Medica di Kota Bogor, Jawa Barat (12/4/2026).
Tingginya angka penyakit tidak menular juga terlihat dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan. Oleh karena itu di tahun 2026 pemerintah lebih fokus pada menuju pengendalian penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara nyata.
“Target kita di 2026 bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari kemkes.go.id.
Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan melalui CKG.
Baca juga: Cek Kesehatan Sebelum Terlanjur Sakit Kronis
Pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin
Kewaspadaan terhadap penyakit tidak menular perlu ditingkatkan jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit hipertensi, diabetes, atau obesitas.
Manager Dharma Dexa Mateus Ramidi menegaskan bahwa program Cek Segitiga merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Dexa Group dalam mendukung upaya pemerintah untuk mendukung kesehatan nasional sekaligus membangun budaya deteksi dini di tengah masyarakat.
“Tahun 2026 ini, program Cek Segitiga dimulai dari Bogor. Kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar program ini benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam menyediakan layanan kesehatan gratis,” jelasnya.
Baca juga: Studi Ungkap Jenis Olahraga yang Tepat untuk Kontrol Gula Darah