Banyak yang Salah Paham, Ini Arti Sebenarnya Makanan Tinggi Protein Menurut Ahli
Istilah “tinggi protein” semakin sering muncul di media sosial dan label makanan, tetapi tidak semua orang benar-benar memahami arti sebenarnya.
Tren konsumsi protein yang meningkat membuat banyak produk mengklaim dirinya sebagai tinggi protein, padahal definisinya tidak selalu jelas.
Melansir Men’s Health (22/4/2026), tidak ada definisi baku tentang apa yang disebut makanan tinggi protein.
Ahli gizi menegaskan bahwa pemahaman tentang kebutuhan protein seharusnya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca juga: Protein Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung, Ini Rekomendasi Ahli
Tidak ada definisi resmi “tinggi protein”
Para ahli menyebut istilah tinggi protein tidak memiliki standar universal yang disepakati.
Direktur Institute of Sports Sciences and Medicine di Florida State University, Michael Ormsbee, mengatakan bahwa istilah tersebut sering digunakan secara fleksibel.
“Tidak ada definisi yang benar-benar disepakati secara universal,” ujarnya.
Meski begitu, konsep ini tetap memiliki dasar ilmiah terkait manfaat protein bagi tubuh.
Baca juga: Manfaat Protein Hewani untuk Anak, Ini Penjelasan Dokter
Kebutuhan protein setiap orang berbeda
Ilustrasi Protein. Istilah ?tinggi protein? sering muncul di makanan dan media sosial, tetapi ahli menegaskan bahwa tidak ada definisi baku dan kebutuhan setiap orang bisa berbeda.
Kebutuhan protein harian biasanya dihitung berdasarkan berat badan.
Ahli gizi terdaftar Grace Derocha menjelaskan bahwa kebutuhan dasar protein adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per hari.
Artinya, seseorang dengan berat badan 70 kilogram membutuhkan sekitar 56 gram protein setiap hari.
Namun, konsumsi protein yang lebih tinggi dari angka tersebut sering dikategorikan sebagai “tinggi protein”.
Baca juga: Protein Hewani Jadi Kunci Cegah Stunting, Ini Penjelasan IDAI
Apa yang dimaksud tinggi protein menurut ahli
Michael Ormsbee menyebut asupan protein tinggi biasanya berada di kisaran 1,6 hingga 2,2 gram per kilogram berat badan.
Jumlah ini umumnya disesuaikan dengan tujuan kesehatan, seperti membangun otot atau menurunkan berat badan.
Peneliti dietetik John Carbone menambahkan bahwa konsumsi protein yang lebih tinggi dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
“Protein dapat membantu mengontrol nafsu makan, memperbaiki komposisi tubuh, dan mendukung metabolisme,” jelasnya.
Baca juga: 8 Akibat Kelebihan Protein, Ada Obesitas dan Dehidrasi
Contoh makanan tinggi protein sehari-hari
Makanan tinggi protein tidak selalu harus berupa produk mahal atau suplemen.
Ahli menyebut makanan sehari-hari seperti ayam, telur, ikan, dan kacang-kacangan sudah termasuk sumber protein yang baik.
Untuk satu kali makan, asupan protein sekitar 35 hingga 45 gram sudah tergolong tinggi bagi sebagian orang.
Contohnya adalah dada ayam panggang dengan sayuran, telur orak-arik dengan roti gandum, atau ikan salmon dengan ubi.
Camilan tinggi protein juga penting
Selain makanan utama, camilan juga bisa menjadi sumber protein tambahan.
Grace Derocha menyebut camilan tinggi protein umumnya mengandung sekitar 15 hingga 20 gram protein.
Contohnya antara lain telur rebus dengan kacang almond, yogurt Yunani, atau ikan tuna dengan biskuit gandum.
Pendekatan ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengontrol asupan makanan.
Baca juga: Apakah Serangga Memiliki Sumber Protein? Ini Kata Pakar Entomologi IPB
Pilih makanan alami, bukan hanya produk kemasan
Meski banyak produk berlabel tinggi protein di pasaran, ahli menyarankan tetap mengutamakan makanan alami.
Michael Ormsbee menyebut makanan utuh seperti daging tanpa lemak, telur, susu, ikan, dan kacang-kacangan memberikan manfaat lebih lengkap.
John Carbone menambahkan bahwa makanan alami mengandung nutrisi tambahan selain protein.
“Makanan utuh mengandung vitamin, mineral, dan serat yang juga penting bagi kesehatan,” jelasnya.
Istilah tinggi protein tidak memiliki definisi tunggal, tetapi umumnya mengacu pada asupan protein di atas kebutuhan dasar harian.
Kunci utamanya bukan hanya jumlah protein, tetapi juga kualitas sumber makanan yang dikonsumsi.
Memahami kebutuhan tubuh sendiri menjadi langkah penting agar manfaat protein dapat dirasakan secara optimal.
Baca juga: Cegah Obesitas Anak, Dokter Sarankan Konsumsi Protein Hewani
Tag: #banyak #yang #salah #paham #arti #sebenarnya #makanan #tinggi #protein #menurut #ahli