Viral USG di Area Wajah, Dokter Jelaskan Kaitannya dengan Risiko Preeklamsia
Alat USG yang digunakan di area wajah ramai dibicarakan di media sosial karena dikaitkan dengan kehamilan dan risiko preeklamsia.
Konten tersebut memunculkan pertanyaan tentang tujuan pemeriksaan USG di area wajah, termasuk apakah prosedur itu benar digunakan untuk mendeteksi risiko preeklamsia pada ibu hamil.
Padahal, penggunaan USG di area wajah tidak selalu berarti pemeriksaan untuk mendeteksi preeklamsia, karena prosedur itu bisa memiliki tujuan berbeda tergantung lokasi, teknik, dan konteks medisnya.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RS Hermina Grand Wisata Bekasi, dr. Anandia Yuska, SpOG, mengatakan penggunaan alat USG di area wajah bukan hal aneh dalam dunia medis.
“Penggunaan alat USG di area wajah itu bukan hal aneh, justru sekarang makin sering dipakai karena memberi gambaran jaringan secara real-time tanpa radiasi,” kata Anandia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Viral USG Mata untuk Ibu Hamil, Dokter Tegaskan Ini Faktanya
Apa nama prosedurnya?
Anandia menjelaskan, pemeriksaan USG di area wajah secara umum dapat disebut ultrasonografi jaringan lunak wajah atau facial soft tissue ultrasound.
Dalam cakupan yang lebih luas, prosedur ini juga bisa masuk dalam ultrasonografi kepala dan leher atau head and neck ultrasound.
Jika USG dipakai untuk membantu tindakan medis tertentu, istilah yang digunakan bisa berupa USG-guided procedure, misalnya USG-guided injection.
Sementara dalam bidang estetika, pemeriksaan ini dapat disebut aesthetic ultrasound atau facial ultrasound imaging.
Namun, Anandia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami konteks pemeriksaan tersebut agar tidak salah menyimpulkan dari unggahan di media sosial.
Baca juga: Radiologi Modern: Integrasi AI dan USG Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit
Bukan selalu skrining preeklamsia
Ilustrasi USG. Dokter menjelaskan bahwa USG di area wajah tidak selalu berkaitan dengan skrining preeklamsia, karena prosedur itu harus dilihat dari lokasi, teknik, dan konteks medisnya.
Anandia mengatakan, jika USG di area wajah dikaitkan dengan risiko preeklamsia, kemungkinan yang dimaksud bukan pemeriksaan wajah untuk estetika.
Dalam konteks kehamilan, pemeriksaan itu lebih mungkin berkaitan dengan penilaian pembuluh darah ibu.
“Kalau USG dilakukan di area wajah dalam konteks yang dikaitkan dengan risiko preeklamsia, hampir pasti yang dimaksud bukan pemeriksaan wajah untuk estetika, melainkan bagian dari skrining preeklamsia trimester awal yang menilai pembuluh darah ibu,” ujar Anandia.
Ia menjelaskan, orang awam bisa saja salah mengira lokasi pemeriksaan sebagai “USG wajah”, padahal yang dinilai adalah pembuluh darah tertentu.
Tujuan pemeriksaan tersebut adalah mendeteksi dini risiko preeklamsia, yaitu kondisi hipertensi pada kehamilan yang berkaitan dengan gangguan aliran darah plasenta.
Pemeriksaan ini dapat mengukur perubahan vaskular atau aliran darah retina sebagai biomarker sensitif untuk memprediksi risiko preeklamsia sebelum gejala klinis muncul.
Baca juga: Kemenkes: USG Berbasis AI Bisa Tekan Kematian Ibu dan Bayi
Kapan ibu hamil perlu pemeriksaan ini?
Anandia menjelaskan, USG Doppler pada arteri oftalmik atau area mata merupakan metode non-invasif yang sedang dikembangkan untuk skrining awal preeklamsia.
Pemeriksaan ini sering dilakukan pada usia kehamilan 11-14 minggu atau 13-19 minggu.
Tujuannya adalah mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi agar intervensi dini dapat dilakukan.
Langkah ini penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat terjadi pada preeklamsia, termasuk eklampsia atau gangguan lain yang berkaitan dengan kondisi pembuluh darah.
Namun, Anandia menekankan bahwa pemeriksaan ini tidak berdiri sendiri sebagai satu-satunya dasar penilaian.
Baca juga: Pasien Harus Didampingi Saat Periksa USG Kehamilan
Melengkapi pemeriksaan standar
Pemeriksaan standar seperti tekanan darah dan urine tetap penting dalam pemantauan kehamilan.
Namun, Anandia menjelaskan, pemeriksaan klasik tersebut biasanya mendeteksi penyakit ketika tanda-tandanya sudah mulai muncul.
“Pemeriksaan tekanan darah dan urine memang penting, tapi keduanya baru mendeteksi penyakit yang sudah mulai muncul, bukan risiko sejak awal,” kata Anandia.
Ia menambahkan, USG mata masih merupakan teknik yang muncul dalam studi penelitian. Sementara skrining standar preeklamsia umumnya meliputi Doppler arteri uterina dan biomarker darah.
“Pemeriksaan standar untuk diagnosis, sedangkan skrining modern untuk prediksi dan pencegahan. Keduanya bukan saling menggantikan, tapi saling melengkapi,” ujar Anandia.
Aman, tetapi harus sesuai indikasi
Dari sisi keamanan, Anandia mengatakan USG secara umum dianggap aman pada kehamilan.
Hal ini karena USG menggunakan gelombang suara, bukan radiasi pengion seperti pada X-ray atau CT scan.
“Pada praktik medis standar, umumnya tidak berbahaya bagi ibu hamil atau janin,” kata Anandia.
USG bekerja dengan gelombang suara frekuensi tinggi, lalu pantulan gelombang tersebut menghasilkan gambar.
Karena tidak menggunakan radiasi ionisasi atau paparan radioaktif, USG obstetri rutin dipakai selama kehamilan.
Namun, keamanan USG tetap perlu dibedakan dari tindakan lain yang mungkin menyertai prosedur tersebut.
Baca juga: Dari Kasus Dugaan Pelecehan oleh Dokter Kandungan: Ketahui SOP USG Kehamilan
Jangan hanya percaya unggahan viral
Anandia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan prosedur medis hanya dari unggahan di media sosial.
Menurut dia, banyak konten menampilkan “USG di wajah” seolah-olah berkaitan langsung dengan kehamilan atau skrining preeklamsia.
Padahal, video USG di pipi atau dahi hampir pasti merupakan pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan estetika atau jaringan lunak wajah.
“USG wajah bukan skrining preeklamsia,” ujar Anandia.
Ia menegaskan, skrining preeklamsia yang valid tetap berfokus pada penilaian medis yang sesuai, termasuk pembuluh darah uterus dan pemeriksaan lain yang dianjurkan dokter.
“Jangan mengambil keputusan medis hanya dari visual atau video tanpa konteks,” kata Anandia.
Tag: #viral #area #wajah #dokter #jelaskan #kaitannya #dengan #risiko #preeklamsia