Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Ini Alasannya
Harga minyak dunia bertahan tinggi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, yang menyalurkan sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut.(AFP/MANDEL NGAN)
05:42
21 Maret 2026

Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Ini Alasannya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran setelah konflik berlangsung selama tiga minggu.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (20/3/2026), sekaligus menjadi sinyal terkuat terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran.

Namun, ia menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara lain yang juga bergantung pada jalur tersebut.

Baca juga: Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Peringatkan Negara Sekutu Bisa Jadi Musuh

Sinyal penghentian operasi militer

Trump menyebut Amerika Serikat semakin dekat dengan tujuan utama dalam konflik melawan Iran atau perang di Timur Tengah.

Ia mengungkapkan hal itu melalui platform Truth Social miliknya.

“Kita semakin dekat untuk mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah,” tulis Trump.

Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan Selat Hormuz masih efektif tertutup dan ribuan Marinir AS dilaporkan sedang menuju kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz jadi sorotan utama

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya menjadi pihak utama yang menjaga Selat Hormuz.

Ia meminta negara-negara lain yang menggunakan jalur tersebut untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.

“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang menggunakannya, Amerika Serikat tidak,” ujar Trump, dikutip dari AFP pada Sabtu (21/3/2026).

Sebelumnya, ia juga mengkritik sekutu NATO karena tidak memenuhi seruannya untuk mengamankan jalur minyak strategis tersebut.

Baca juga: Klaim Tak Tahu-menahu, Trump Ancam Hancurkan Ladang Gas Iran Jika Qatar Diserang Lagi 

Tujuan perang dan pernyataan kontroversial

Trump kembali menegaskan tujuan operasi militer terhadap Iran.

Tujuan tersebut mencakup mencegah Iran memiliki senjata nuklir, menghancurkan kemampuan militernya, serta melindungi sekutu di kawasan Teluk.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump juga menolak opsi gencatan senjata.

“Saya pikir kita telah menang,” kata Trump.

“Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain,” lanjutnya.

Spekulasi strategi militer AS

Trump tidak memberikan kepastian terkait laporan bahwa AS mempertimbangkan pendudukan atau blokade Pulau Kharg, pusat minyak utama Iran.

Ketika ditanya, ia memberikan jawaban yang ambigu.

“Saya mungkin punya rencana atau mungkin tidak,” ujarnya.

Di sisi lain, pasukan AS dilaporkan telah melancarkan serangan ke Pulau Kharg, meski sejauh ini Washington menghindari target infrastruktur minyak.

Baca juga: Rudal Haj Qasem Iran: Spesifikasi, Kecepatan, dan Kemampuannya Serang Israel serta Pangkalan AS

Tekanan politik dan respons sekutu

Lonjakan harga minyak akibat konflik disebut memberi tekanan politik terhadap Trump, terutama menjelang pemilihan paruh waktu di AS.

Sejumlah laporan menyebutkan AS mengerahkan ribuan Marinir tambahan dari USS Boxer Amphibious Ready Group dan 11th Marine Expeditionary Unit.

Namun, pihak militer menyatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari operasi rutin. Trump juga kembali melontarkan kritik keras kepada NATO.

Ia menyebut aliansi tersebut tidak berani mengambil peran dalam pengamanan Selat Hormuz.

“Tanpa AS, NATO hanya macan kertas,” tulisnya.

Sementara itu, sejumlah negara seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Jepang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi, meski belum memberikan komitmen konkret.

Baca juga: Melihat Qeshm, Kota Rudal Bawah Tanah Iran yang Kini Mengendalikan Selat Hormuz

Beberapa sekutu bahkan menegaskan tidak akan terlibat sebelum konflik benar-benar berakhir.

Tag:  #trump #pertimbangkan #akhiri #perang #iran #alasannya

KOMENTAR