Peringatkan AS, Iran: Jangan Uji Tekad Kami untuk Mempertahankan Tanah Air
- Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak menguji tekad negaranya dalam mempertahankan wilayah.
Peringatan ini muncul setelah AS dilaporkan akan mengirimkan lebih banyak pasukan ke Timur Tengah.
Ia menegaskan, Iran terus memantau semua pergerakan AS di Timur Tengah, termasuk pengerahan pasukan.
"Apa yang telah dirusak para jenderal, tidak dapat diperbaiki oleh para prajurit. Sebaliknya, mereka akan menjadi korban dari khayalan Netanyahu," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di akun X pribadinya, Rabu (25/3/2026).
"Jangan menguji tekad kami untuk mempertahankan tanah air," tegasnya.
Baca juga: Trump Lagi-lagi Sesumbar Menang Lawan Iran, Hendak Akhiri Perang?
Pentagon pertimbangkan kerahkan pasukan tambahan
Sebelumnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) disebut sedang menggodok rencana untuk mengerahkan brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat guna mendukung operasi militer di Iran.
Para pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu menggambarkan tindakan militer sebagai perencanaan yang bijaksana, dikutip dari New York Times.
Pasukan yang disiapkan merupakan bagian dari "Pasukan Respons Cepat" yang berjumlah sekitar 3.000 personel dan mampu diterjunkan ke titik mana pun di dunia hanya dalam waktu 18 jam.
Pasukan ini dapat digunakan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Baca juga: Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal, Disebut Jauh Lebih Buruk dari Perang Irak 2003
Skenario rebut Pulau Kharg
Kemungkinan lain yang sedang dipertimbangkan, jika Presiden Donald Trump mengizinkan pasukan AS untuk merebut pulau itu adalah serangan oleh sekitar 2.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31, yang sedang menuju ke wilayah tersebut.
Sebelumnya, lapangan terbang di Pulau Kharg rusak akibat serangan bom AS baru-baru ini, sehingga kemungkinan besar akan lebih baik untuk mendatangkan Marinir terlebih dahulu.
Sebab, insinyur tempurnya dapat dengan cepat memperbaiki lapangan terbang dan infrastruktur bandara lainnya.
Setelah lapangan terbang diperbaiki, Angkatan Udara dapat mulai mengirimkan material dan perbekalan, serta pasukan, jika perlu, dengan pesawat C-130.
Baca juga: Inggris Siap Pimpin Koalisi untuk Buka Kembali Selat Hormuz, Mulai Ikut Perang?
Dalam skenario tersebut, ada kemungkinan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 akan memperkuat Marinir.
Keuntungan menggunakan pasukan terjun payung adalah mereka dapat tiba dalam semalam.
Namun, kerugiannya adalah mereka tidak membawa peralatan berat apa pun, seperti kendaraan lapis baja berat, yang akan memberikan perlindungan jika pasukan Iran melakukan serangan balik.
Para pejabat mengatakan, Marinir kekurangan daya tahan dan kemampuan bertahan seperti yang dimiliki pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82.
Unsur markas besar dari Divisi Lintas Udara ke-82 akan digunakan sebagai markas bawahan untuk perencanaan dan koordinasi misi di medan pertempuran yang semakin kompleks.
Tag: #peringatkan #iran #jangan #tekad #kami #untuk #mempertahankan #tanah