Demi Negosiasi, AS-Israel Hapus Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.(AFP)
09:24
26 Maret 2026

Demi Negosiasi, AS-Israel Hapus Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target

- Pejabat Amerika Serikat mengatakan, AS dan Israel untuk sementara waktu telah menghapus dua pejabat senior Iran dari daftar target demi menjajaki kemungkinan pembicaraan perdamaian. 

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah dihapus dari daftar target hingga empat atau lima hari, seperti dikutip dari Wall Street Journal. 

Para mediator dari Turkiye, Pakistan, dan Mesir mendesak para negosiator AS dan Iran untuk bertemu dalam beberapa hari ke depan guna membahas penghentian sementara perang untuk perundingan perdamaian.

Namun, peluang keberhasilannya disebut rendah karena ada kesenjangan besar antara tuntutan AS dan Iran.

Baca juga: Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

Peringatan AS untuk Iran

AS telah memperingatkan bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk datang ke meja perundingan. 

Sebab, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, AS akan menyerang Iran lebih keras jika Teheran tidak setuju untuk mengakhiri konflik.

Sejak dimulainya perang Iran, Israel telah menargetkan banyak pejabat Iran  dalam serangkaian serangan udara, termasuk Ayatollah Ali Khamenei dan kepala keamanan Ali Larijani. 

Israel mengatakan akan terus memburu para pemimpin Iran, sebagai bagian dari strategi pemenggalan kepala yang serupa dengan yang telah mereka lakukan terhadap Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. 

Baca juga: Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat, Iran Akan Tutup Laut Merah

Sementara itu, militer AS memfokuskan serangannya pada fasilitas militer Iran dan ancaman rudal.

Trump sebelumnya mengatakan, serangan awal terhadap Iran sangat sukses sehingga menyingkirkan banyak calon penerus pemimpin Iran yang dapat diajak bernegosiasi.

“Kami membunuh seluruh pemimpin mereka, lalu mereka bertemu untuk memilih pemimpin baru, dan kami membunuh mereka semua,” kata Trump kepada wartawan. 

“Sekarang kita memiliki kelompok baru, dan kita dapat dengan mudah melakukan itu, tetapi mari kita lihat bagaimana hasilnya,” lanjutnya.

Baca juga: Iran Pasang Pertahanan Berlapis di Pulau Kharg, Bersiap Hadapi Serangan AS

Iran tegaskan tak berniat negosiasi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi (kiri) dalam konferensi pers bersama di Moskwa, Rusia, 18 April 2025.AFP/POOL/TATYANA MAKEYEVA Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi (kiri) dalam konferensi pers bersama di Moskwa, Rusia, 18 April 2025.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, tidak ada rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, Iran bermaksud untuk terus berjuang, meski Gedung Putih mengeklaim pembicaraan sedang berlangsung.

"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi di televisi pemerintah, dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip. Membicarakan negosiasi sekarang sama saja dengan mengakui kekalahan," sambungnya.

Baca juga: Iran Tegaskan Tak Berniat Negosiasi meski AS Sudah Kirim Proposal Damai

Araghchi kembali mengingatkan, Iran ingin mengakhiri perang dengan caranya sendiri dan dengan cara yang memastikan tidak akan ada perang lebih lanjut.

Meskipun Iran mungkin dapat menerima jaminan keamanan yang diratifikasi oleh Dewan Keamanan PBB, Teheran menyatakan telah menciptakan jaminan keamanannya sendiri melalui cara mereka berperang.

"Dalam perang ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memprovokasi Iran," ujarnya.

"Sebenarnya kita telah menciptakan perisai keamanan bagi diri kita sendiri sehingga seluruh dunia memahami bahwa memprovokasi Iran dan mempermainkan kepentingan kita akan membawa konsekuensi yang berat," sambungnya.

Tag:  #demi #negosiasi #israel #hapus #nama #pejabat #iran #dari #daftar #target

KOMENTAR