Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah
- Presiden AS Donald Trump sesumbar dapat merebut Pulau Kharg dari Iran dengan sangat mudah.
Pernyataan ini diungkapkannya saat wawancara dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026).
Pulau Kharg, yang terletak di lepas pantai barat Iran, adalah terminal minyak vital bagi negara Timur Tengah tersebut.
Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?
Pulau itu belakangan diisukan sedang diincar oleh Pentagon untuk operasi darat, meskipun AS bersikeras tidak akan melakukan invasi skala penuh.
"Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah," kata Trump saat ditanya tentang kondisi pertahanan Iran di pulau itu.
Jumlah tentara AS di Timur Tengah saat ini telah mencapai 50.000 orang, seiring kedatangan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut tambahan.
Baca juga: Bersiap Invasi Darat ke Iran, Apa Target AS?
Iran sudah siap hadapi invasi darat AS
Sementara, Iran dilaporkan telah mempersiapkan diri sistem pertahanan dan memindahkan personel militer ke Pulau Kharg beberapa pekan terakhir.
Langkah ini diambil Teheran guna menghadapi potensi operasi militer AS yang bertujuan merebut pulau strategis tersebut.
Menurut sumber-sumber tersebut, Iran juga telah memasang jebakan termasuk ranjau di sekitar pulau itu dan garis pantainya, tempat pasukan AS mungkin dapat melakukan pendaratan amfibi.
Baca juga: Peringatan Iran, Pasukan AS Akan Jadi Makanan Hiu jika Lakukan Invasi Darat
Ketua parlemen Iran pekan lalu telah memperingatkan agar musah-musah mereka tidak mencoba menduduki pulau-pulau Iran mana pun.
“Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional, sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau Iran,” tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di X.
“Semua pergerakan musuh berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata kita. Jika mereka melanggar aturan, semua infrastruktur vital negara regional tersebut akan, tanpa batasan, menjadi sasaran serangan tanpa henti,” tambahnya.
Baca juga: Khawatir Dibom Iran, Kampus AS di Beirut Ditutup dan Gelar Kuliah Online
Peringatan Iran untuk AS
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa invasi darat ke Iran akan membawa konsekuensi memalukan bagi militer AS.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (29/3/2026), Zolfaqari bahkan menyebut para tentara AS berisiko berakhir tragis di perairan Teluk.
"Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia," tegas Zolfaqari dalam pernyataan resminya, dikutip dari Tasnim, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Israel Kacaukan Misa Minggu Palma, Kardinal Dilarang Masuk Gereja Makam Kudus
Zolfaqari menilai, ancaman Presiden AS Donald Trump mengenai pendudukan pulau-pulau di Teluk Persia sebagai rencana yang tidak realistis.
Ia menuduh Trump telah dipengaruhi oleh tekanan eksternal sehingga mengambil keputusan yang menempatkan pasukannya dalam situasi mematikan.
Menurut Zolfaqari, posisi pasukan AS di kawasan saat ini sebenarnya sudah sangat rentan dan menghadapi ancaman serius setiap hari.
"Pasukan AS telah mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil serta ekonomi negara regional, namun mereka tetap rentan terhadap serangan," ujarnya.
Tag: #trump #sesumbar #bisa #rebut #pulau #kharg #iran #dengan #sangat #mudah