Takut Harga Minyak 200 Dollar AS, Presiden Mesir Desak Trump Setop Perang Iran
Langkah terbaru Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk melakukan pembebasan tahanan tampaknya menjangkau para pengkritik pemerintahannya. (AP PHOTO/MATT DUNHAM)
19:54
30 Maret 2026

Takut Harga Minyak 200 Dollar AS, Presiden Mesir Desak Trump Setop Perang Iran

- Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk segera menghentikan perang Iran di. 

Sisi memperingatkan bahwa eskalasi konflik ini dapat memicu lonjakan harga minyak dunia hingga melampaui angka 200 dollar AS per barrel.

Permintaan tersebut disampaikan Sisi saat memberikan sambutan dalam konferensi energi Egypt Energy Show 2026 yang digelar di Kairo, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Incar 450 Kg Uranium Iran, Trump Siapkan Operasi Militer Besar-besaran

"Saya katakan kepada Presiden Trump: tidak ada yang bisa menghentikan perang di kawasan kami di Teluk selain Anda," ujar Sisi di hadapan para peserta konferensi.

Perang di Iran dimulai dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Teheran pun melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur 20 persen minyak dunia.

Penutupan Selat Hormuz ini pun membuat minyak melonjak hingga sempat menyentuh 100 dollar AS per barrel. Kenaikan harga minyak membuat ekonomi dunia terguncang.

Sisi menyoroti dampak serius dari gangguan pasokan energi dan kenaikan harga yang mulai terasa, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah

Mengutip kekhawatiran para analis, dia menegaskan bahwa potensi meroketnya harga minyak mentah bukanlah sebuah peringatan kosong.

"Harga satu barel minyak bisa mencapai lebih dari 200 dollar AS, dan ini bukanlah hal yang berlebihan," tuturnya.

Mesir, yang selama ini menjadi penerima bantuan militer AS serta mendapat dukungan dari negara-negara kaya di Teluk, secara tegas mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan tersebut. 

Kairo menyatakan terus mendorong upaya diplomatik demi menghindari pecahnya perang regional yang lebih luas.

Baca juga: Bersiap Invasi Darat ke Iran, Apa Target AS?

Kecaman dari Dewan Kerja Sama Teluk

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi turut mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak melindungi jalur maritim vital.

Melalui sambungan virtual, Albudaiwi mengecam tindakan Iran yang menutup Selat Hormuz dan menyerang infrastruktur energi di kawasan tersebut. 

Sebagai informasi, negara-negara anggota GCC yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain, terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal.

Penutupan Selat Hormuz menjadi titik kritis bagi ekonomi dunia. Pasalnya, jalur perairan tersebut merupakan rute krusial yang sebelumnya menangani sekitar seperlima dari total pasokan minyak global.

Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?

Tag:  #takut #harga #minyak #dollar #presiden #mesir #desak #trump #setop #perang #iran

KOMENTAR