670 Kapal Terjebak di Selat Hormuz, Negara Mana Paling Terdampak?
- Ratusan kapal tertahan di Selat Hormuz semenjak Iran memblokade lalu lintas di perairan tersebut pada Februari 2026.
Perusahaan pelayaran dari Yunani, Uni Emirat Arab, dan China paling terpengaruh oleh penutupan Selat Hormuz, menurut data Bloomberg dan organisasi lalu lintas maritim.
Dilansir AFP, Kamis (2/4/2026), sekitar 670 kapal komoditas mengirimkan sinyal dari sebelah barat Selat Hormuz selama sehari terakhir.
Sekitar 50 Kapal Tanker Minyak Mentah Sangat Besar (VLCC) tampaknya terjebak, bersama dengan 11 Kapal Tanker Gas Sangat Besar (VLGC).
Namun, jumlah tersebut bisa jadi lebih besar, sebab beberapa kapal kemungkinan telah mematikan transpondernya.
Lantas, kapal-kapal dari negara mana yang terkena dampak penutupan Selat Hormuz?
Baca juga: Iran Giliran Beri Izin Kapal Filipina Lewat Selat Hormuz dengan Aman dan Tanpa Biaya, Kenapa Bisa?
Uni Emirat Arab
Kapal perusahaan dari Uni Emirat Arab menyumbang menyumbang sekitar 18 persen dari total armada yang tertahan, yakni 120 kapal.
Yunani
Perusahaan-perusahaan Yunani memiliki setidaknya 75 kapal komoditas (12 persen dari jumlah total) yang berada di Selat Hormuz tersebut sejak awal perang.
Menurut analisis data Bloomberg, dari jumlah tersebut 30 di antaranya adalah kapal tanker minyak atau gas, termasuk lima VLCC.
Baca juga: Tanpa Melibatkan AS, Koalisi 40 Negara Cari Cara Buka Selat Hormuz
China
Negara-negara Asia menjadi kawasan yang paling terdampak akibat penutupan Selat Hormuz, salah satunya adalah China.
Perusahaan-perusahaan China memiliki 74 kapal komoditas yang tertahan, 25 di antaranya adalah kapal tanker minyak dan gas.
Sementara itu, sisanya adalah kapal-kapal pengangkut barang curah kering seperti kapal kontainer.
Jepang
Jepang memiliki setidaknya 23 kapal minyak dan gas dan 16 kapal pengangkut barang curah kering yang tertahan di Selat Hormuz.
Hong Kong
Sementara itu, ada 25 kapal dari Hong Kong (13 kapal minyak dan gas, 12 kapal pengangkut barang curah kering) juga berada di wilayah tersebut.
Baca juga: China Blak-blakan Sebut AS-Israel Biang Keladi Krisis Selat Hormuz
Ilustrasi Kapal Tanker
India
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di India memiliki 24 kapal minyak dan gas di Selat Hormuz.
Korea Selatan
Kapal dari perusahaan Korea Selatan juga terkena dampak penutupan selat Hormuz, dengan 22 kapal komoditas terjebak.
Dari jumlah tersebut, Korea Selatan memiliki tujuh kapal VLCC yang terjebak di sana sejak perang dimulai.
Negara-negara ASEAN
Perusahaan-perusahaan negara di Asia Tenggara tidak ketinggalan. Singapura memiliki 29 kapal komoditas yang terjebak di Selat Hormuz.
Kemudian, Vietnam memiliki tiga kapal pengangkut gas besar yang berada di daerah tersebut sejak perang Iran pecah.
Tag: #kapal #terjebak #selat #hormuz #negara #mana #paling #terdampak