Diserang AS-Israel, Ekspor Minyak Iran dari Pulau Kharg Makin Meningkat
Ilustrasi minyak bumi. (Freepik)
17:36
4 April 2026

Diserang AS-Israel, Ekspor Minyak Iran dari Pulau Kharg Makin Meningkat

- Ekspor minyak Iran dari Pulau Kharg dilaporkan mengalami peningkatan, meski sedang negara itu dilanda perang.

"Setelah kunjungan yang dilakukan dan pertemuan yang diadakan di pulau Kharg, saya harus mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ekspor minyak bukan menurun, tetapi malah meningkat," kata kepala komisi energi parlemen Iran, Moussa Ahmadi seperti dikutip oleh kantor berita ISNA. 

Pulau Kharg yang terletak di lepas pantai barat Iran, merupakan terminal ekspor minyak yang sangat penting bagi negara tersebut. 

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan menghancurkan pulau itu jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. 

Baca juga: 3 Anggota DK PBB Cegah Negara Teluk Buka Selat Hormuz Pakai Militer

Pernah dibom AS

Pada 13 Maret, AS mengatakan telah mengebom target militer di pulau itu.

Trump bahkan mengeklaim, Komando Pusat AS (Centcom) telah melaksanakan salah satu operasi pengeboman paling kuat yang pernah terjadi di sejarah Timur Tengah.

"Komando Pusat kita telah melaksanakan salah satu serangan bom paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya memusnahkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg," tulis Trump saat itu.

Meski demikian, Trump mengaku masih menahan diri untuk tidak menghancurkan fasilitas produksi minyak yang menjadi tumpuan ekonomi Iran.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi di lapangan.

Baca juga: Usai Bersitegang dengan Trump, Macron Ajak Dunia Tak Bergantung pada AS

Pulau Kharg jadi target serangan darat AS 

Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. WIKIMEDIA COMMONS Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa AS mungkin sedang merencanakan serangan darat. 

Serangan darat itu dilaporkan menargetkan salah satu pulau Iran, diyakini Pulau Kharg, dan telah berulang kali memperingatkan agar tidak melakukan langkah tersebut. 

Trump pun sesumbar dapat merebut Pulau Kharg dari Iran dengan sangat mudah.

"Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah," kata Trump saat wawancara dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Intelijen AS Sebut Iran Masih Simpan Banyak Rudal, Bunker Sulit Dilumpuhkan

Diketahui, pasukan AS di Timur Tengah saat ini disebut melampui 50.000 orang, termasuk kedatangan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut tambahan baru-baru ini.

Jumlah ini tercatat 10.000 personel lebih banyak dibandingkan penempatan rutin dalam kondisi normal.

Jumlah pasukan tersebut tidak lagi termasuk 4.500 orang yang berada di atas kapal induk USS Gerald R Ford. 

Sebab, kapal tersebut telah mengalami berbagai insiden, termasuk kebakaran yang terjadi di ruang cuci. 

Tag:  #diserang #israel #ekspor #minyak #iran #dari #pulau #kharg #makin #meningkat

KOMENTAR