AS Sibuk Perang, Anggaran Pertahanan Bengkak Jadi Rp 25.500 Triliun
Tentara Amerika Serikat saat berjaga di perbatasan Santa Teresa, Negara Bagian New Mexico, yang difoto dari Ciudad Juarez di Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, 18 November 2025.(AFP/HERIKA MARTINEZ)
20:36
4 April 2026

AS Sibuk Perang, Anggaran Pertahanan Bengkak Jadi Rp 25.500 Triliun

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Kongres menyetujui anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 25,5 kuadriliun untuk 2027, di tengah meningkatnya biaya perang dengan Iran.

Permintaan tersebut disampaikan pada Jumat (3/4/2026) dan menjadi salah satu usulan anggaran militer terbesar dalam sejarah modern "Negeri Paman Sam".

Usulan itu akan meningkatkan anggaran Pentagon lebih dari 40 persen hanya dalam satu tahun, menjadikannya lonjakan paling tajam sejak Perang Dunia II.

Baca juga: AS-Iran Balapan Cari Pilot F-15 yang Jatuh, Kenapa Harus Adu Cepat?

Langkah tersebut dilakukan Washington untuk mempertahankan operasi militer yang sedang berlangsung, sekaligus mengisi kembali persediaan senjata yang mulai menipis akibat konflik.

Tekanan fiskal dari perang Iran yang telah memasuki minggu kelima menjadi salah satu latar belakang utama dalam pengajuan anggaran tersebut.

Perdebatan politik di Kongres pun mulai memanas terkait cara mendanai lonjakan pengeluaran militer yang sangat besar ini.

Sehari habis Rp 34 triliun untuk perang Iran

Jet tempur F-35C Lightning II Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operation Epic Fury untuk menyerang Iran pada 2 Maret 2026.US NAVY via AFP Jet tempur F-35C Lightning II Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operation Epic Fury untuk menyerang Iran pada 2 Maret 2026.Sejumlah media Amerika yang mengutip pengarahan tertutup di Kongres melaporkan, biaya perang melawan Iran dapat mencapai 2 miliar dollar AS (Rp 34 triliun) per hari.

Besarnya angka tersebut menggambarkan beban keuangan yang harus ditanggung, bahkan sebelum memperhitungkan biaya rekonstruksi dan pasokan jangka panjang.

Sebagai upaya menyeimbangkan anggaran, Trump mengusulkan pemotongan sekitar 73 miliar dollar AS (Rp 1,24 kuadriliun) untuk belanja non-pertahanan, atau sekitar 10 persen.

Ia menyebut pemangkasan itu dilakukan dengan mengurangi atau menghapus program yang dinilai tidak relevan, dipersenjatai, dan boros, serta mengembalikan tanggung jawab ke pemerintah negara bagian dan lokal.

Trump menegaskan, prioritas utama saat ini adalah penguatan militer di tengah situasi perang.

“Tidak mungkin bagi kita untuk mengurus penitipan anak, Medicaid, Medicare,” kata Trump dalam sebuah acara pribadi baru-baru ini, dikutip dari AFP.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab tersebut dapat ditangani di tingkat negara bagian, sedangkan pemerintah federal fokus pada perlindungan militer.

Baca juga: Usai Bersitegang dengan Trump, Macron Ajak Dunia Tak Bergantung pada AS

Kritik oposisi

Senator asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, berbicara mengenai agenda Demokrat di Washington Rabu (17/1/2018).ALEX WONG/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP Senator asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, berbicara mengenai agenda Demokrat di Washington Rabu (17/1/2018).Usulan tersebut langsung mendapat kritik keras dari Partai Demokrat, yang menilai kebijakan itu mengabaikan kebutuhan domestik masyarakat Amerika.

Pemimpin anggaran Senat dari Partai Demokrat, Patty Murray, menuding Trump lebih mementingkan belanja militer dibanding kesejahteraan rakyat.

“Donald Trump mungkin senang menghabiskan lebih banyak uang untuk bom di Timur Tengah daripada untuk keluarga di Amerika, tetapi saya tidak,” kata Murray.

Gedung Putih merilis proposal anggaran tersebut dalam dokumen setebal 92 halaman yang merinci prioritas pemerintah di berbagai lembaga federal.

Dokumen ini tidak bersifat mengikat, tetapi menjadi acuan awal bagi Kongres dalam menyusun undang-undang pengeluaran.

Trump meminta Kongres menyetujui lebih dari 1,1 triliun dollar AS (Rp 18,7 kuadriliun) melalui mekanisme alokasi standar.

Ia juga berupaya meloloskan tambahan 350 miliar dollar AS (Rp 5,95 kuadriliun) melalui mekanisme garis partai yang tidak memerlukan dukungan Demokrat.

Baca juga: Iran Dilaporkan Tolak Usulan AS untuk Gencatan Senjata Selama 48 Jam

Partai Republik ikut khawatir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) ditemani Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kedua dari kiri) dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan) saat konferensi pers mengenai serangan AS di Venezuela, di Palm Beach, Florida, Sabtu (3/1/2026).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JOE RAEDLE via AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) ditemani Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kedua dari kiri) dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan) saat konferensi pers mengenai serangan AS di Venezuela, di Palm Beach, Florida, Sabtu (3/1/2026).Sejumlah pemimpin Partai Republik menunjukkan dukungan terhadap pendekatan tersebut, terutama karena mereka mendorong peningkatan belanja pertahanan dan penegakan hukum imigrasi.

Meski demikian, rencana ini juga berpotensi menghadapi penolakan dari internal Partai Republik sendiri.

Beberapa anggota parlemen khawatir peningkatan anggaran akan memperdalam defisit federal Amerika Serikat.

Saat ini, Amerika mencatat defisit tahunan mendekati 2 triliun dollar AS (Rp 34 kuadriliun) dengan total utang melampaui 39 triliun dollar AS (Rp 663,13 kuadriliun).

Kondisi tersebut membuat ruang fiskal semakin terbatas untuk menambah pengeluaran baru tanpa memperlebar kesenjangan anggaran.

Kekhawatiran juga muncul dari anggota parlemen lintas partai terkait besarnya peningkatan anggaran militer yang diusulkan.

Pemerintah dinilai belum memberikan rincian yang cukup mengenai arah dan strategi konflik dengan Iran.

Skeptisisme serupa juga muncul terhadap rencana pemotongan anggaran domestik yang sebelumnya sering ditolak oleh Kongres.

Undang-undang pengeluaran yang disahkan awal tahun ini mayoritas tetap mempertahankan pendanaan untuk program yang ingin dipangkas oleh Gedung Putih.

Baca juga: Pelajaran dari Iran, Jet Tempur AS Kembali Jadi Sasaran Empuk di Teluk

Tag:  #sibuk #perang #anggaran #pertahanan #bengkak #jadi #25500 #triliun

KOMENTAR