PLTN Bushehr Iran Diserang AS-Israel 4 Kali, Bahaya Radiasi Hantui Negara Teluk
Reaktor PLTN Bushehr, tepat di luar kota selatan Bushehr. Pembangkit listrik tenaga nuklir satu-satunya Iran telah mengalami penutupan darurat sementara, TV pemerintah melaporkan pada hari Minggu, 20 Juni 2021.(AP PHOTO/MAJID ASGARIPOUR)
08:58
5 April 2026

PLTN Bushehr Iran Diserang AS-Israel 4 Kali, Bahaya Radiasi Hantui Negara Teluk

- Fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr kembali menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat-Israel, Sabtu (4/4/2026).

Serangan ini dilaporkan menewaskan seorang petugas keamanan dan memaksa Rusia mengevakuasi 198 karyawan Rosatom.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr merupakan satu-satunya fasilitas nuklir sipil operasional Iran yang dibangun oleh Rusia dan secara resmi diserahkan pada September 2013.

Namun, insiden pada Sabtu hanyalah episode terbaru dalam sejarah PLTN yang penuh gejolak ini.

Baca juga: Israel Hancurkan 17 Kamera Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Proyek ambisius sejak era Shah

Dikutip dari AFP, proyek pembangunan PLTN Bushehr dimulai pada 1975 selama masa pemerintahan Shah dan awalnya diberikan kepada Siemens dari Jerman.

Namun, pengerjaan proyek tersebut terhenti oleh Revolusi Islam tahun 1979 dan Perang Iran-Irak (1980-1988). 

Meskipun merupakan produsen minyak dan gas utama, Iran berupaya menghidupkan kembali proyek tersebut pada akhir 1980-an untuk mendiversifikasi sumber daya energinya dan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil untuk konsumsi domestik.

Baca juga: Warga Israel Melawan, Tuntut Netanyahu Hentikan Perang

Namun, pemerintah Jerman membujuk Siemens untuk menarik diri karena kekhawatiran tentang proliferasi nuklir.

Teheran kemudian beralih ke Rusia yang mengambil alih kontrak pada Januari 1995, dengan tujuan untuk mengoperasikan reaktor air bertekanan 1.000 megawatt pada tahun 1999. 

Namun, serangkaian masalah menyebabkan penundaan selama 11 tahun.

Rusia dan Iran juga memiliki beberapa perselisihan keuangan terkait biaya tersebut yang diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar dollar AS.

Baca juga: AS Disebut Ingin Mengebom dan Membunuh Pilot F-15E yang Jatuh di Iran

Tekanan AS

Selama bertahun-tahun, AS berupaya menjegal penyelesaian proyek ini karena khawatir fasilitas tersebut akan membantu Iran mengembangkan senjata nuklir. 

Moskwa memperoleh izin untuk menyelesaikan Bushehr dan membuat kesepakatan dengan Teheran yang mencakup pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik tersebut kepada Iran, kemudian mengembalikannya ke Rusia untuk mengurangi risiko penyalajgunaan. 

Berbeda dengan fasilitas pengayaan uranium di Natanz yang sangat kontroversial, PLTN Bushehr sejatinya dikategorikan untuk penggunaan sipil murni. 

Meski demikian, negara-negara Barat tetap menaruh kecurigaan tinggi, terutama karena Iran dilaporkan telah mencapai tingkat pengayaan uranium hingga 60 persen, angka yang jauh melampaui kebutuhan sipil biasa.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran Lagi, Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka

PLTN untuk penggunaan sipil 

Foto yang diambil pada Agustus 2010, menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di kawasan Bushehr yang dibangun pada 2010 dan mulai beroperasi 2011.AFP/ATTA KENARE Foto yang diambil pada Agustus 2010, menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di kawasan Bushehr yang dibangun pada 2010 dan mulai beroperasi 2011.

Tidak seperti fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran atau pembangkit listrik tenaga nuklir air berat Arak di masa depan, fasilitas Bushehr tidak dianggap sebagai risiko proliferasi. 

Selama bertahun-tahun, negara-negara Barat menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah oleh Teheran. 

Iran telah berulang kali menuduh atau mencurigai Israel melakukan sabotase terhadap beberapa fasilitas pengayaan uraniumnya. 

Teheran membela haknya untuk memiliki program nuklir sipil, meskipun disebut telah mencapai tingkat pengayaan 60 persen, jauh melebihi apa yang dibutuhkan untuk penggunaan sipil.

Baca juga: AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran 4 Kali, Rusia Evakuasi Ratusan Staf

Bahaya mengintai Negara Teluk

Terletak di pesisir Teluk, pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr lebih dekat ke ibu kota negara-negara Arab, seperti Kota Kuwait dan Doha daripada ke Teheran yang berjarak lebih dari 750 kilometer (470 mil). 

Negara-negara tetangga di Teluk Arab sering menyatakan kekhawatiran tentang keandalan pembangkit listrik tersebut.

Mereka juga khawatir adanya kebocoran radioaktif jika terjadi gempa bumi besar. 

Pada April 2021, wilayah Bushehr diguncang gempa bumi magnitude 5,8, tetapi pihak berwenang Iran mengatakan tidak ada kerusakan pada fasilitas tersebut.

Tag:  #pltn #bushehr #iran #diserang #israel #kali #bahaya #radiasi #hantui #negara #teluk

KOMENTAR