Israel Serang Pabrik Petrokimia Terbesar Iran, Klaim Tak Lagi Berfungsi
Sebuah foto menunjukkan pemandangan umum fase 17-18 dari fasilitas ladang gas South Pars di kota pelabuhan Assaluyeh di selatan Iran, di tepi Teluk Persia, pada 19 November 2015.(AFP/ATTA KENARE)
21:06
6 April 2026

Israel Serang Pabrik Petrokimia Terbesar Iran, Klaim Tak Lagi Berfungsi

- Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, Israel telah melakukan serangan besar terhadap kompleks petrokimia terbesar Iran, pada Senin (6/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa saat setelah media Iran melaporkan beberapa ledakan di lokasi tersebut.

"Militer baru saja melakukan serangan dahsyat terhadap pabrik petrokimia terbesar Iran, yang terletak di Asaluyeh, target utama yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu", kata Katz dalam pernyataan video dilansir AFP, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Komandan Pasukan Quds Iran, Asghar Bagheri, Meninggal dalam Serangan Israel


Sebelumnya, Israel juga melakukan serangan serupa terhadap Zona Khusus Petrokimia Mahshahr di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya, pada Sabtu (4/4/2026).

“Saat ini, kedua fasilitas tersebut, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 85 persen dari ekspor petrokimia Iran, telah dinonaktifkan dan tidak lagi berfungsi,” jelas Katz.

“Ini merupakan pukulan ekonomi yang berat senilai puluhan miliar dolar bagi rezim Iran,” sambungnya.

Baca juga: Khawatir Digempur Iran, Israel Percepat Produksi Pencegat Rudal

Israel menargetkan sektor industri utama Iran

Ilustrasi perang Iran. Asap membubung di Ibu Kota Teheran, Iran, setelah serangan rudal Israel pada Sabtu (28/2/2026). Jurnalis AFP melaporkan ada dua ledakan di ibu kota pagi itu.AFP/ATTA KENARE Ilustrasi perang Iran. Asap membubung di Ibu Kota Teheran, Iran, setelah serangan rudal Israel pada Sabtu (28/2/2026). Jurnalis AFP melaporkan ada dua ledakan di ibu kota pagi itu.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel menargetkan sektor-sektor industri utama milik Iran sebagai bagian dari kampanye militer.

Pada Jumat (3/4/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan Israel telah menghancurkan sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran, secara signifikan melemahkan kemampuan Teheran untuk memproduksi senjata.

Baja adalah material yang penting secara strategis yang digunakan dalam produksi industri dan militer, termasuk untuk rudal, drone, dan kapal.

Baca juga: Dalih Selamatkan Pilot F-15E, AS Dituding Coba Curi Uranium Iran

Katz mengatakan bahwa dia dan Netanyahu telah memerintahkan militer untuk terus menyerang infrastruktur nasional Iran dengan kekuatan penuh.

Bulan lalu, Israel juga melakukan serangan terhadap fasilitas gas di Zona Ekonomi Khusus South Pars di Asaluyeh.

Ladang gas raksasa South Pars/North Dome adalah cadangan gas alam terbesar yang diketahui di dunia, dan dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.

Tag:  #israel #serang #pabrik #petrokimia #terbesar #iran #klaim #lagi #berfungsi

KOMENTAR