Hasil KTT Putin-Xi Jinping, Sepakati 40 Lembar Kerja Sama
Dalam foto yang disebarluaskan oleh kantor berita negara Rusia Sputnik ini, Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping mengikuti upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing pada 20 Mei 2026.(ALEXANDER KAZAKOV/POOL/AFP)
17:36
20 Mei 2026

Hasil KTT Putin-Xi Jinping, Sepakati 40 Lembar Kerja Sama

- Presiden China Xi Jinping resmi menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada Rabu (20/5/2026). 

Kunjungan kenegaraan Putin ini menarik perhatian dunia karena hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambangi Beijing.

Rentetan pertemuan maraton antarpemimpin negara adidaya ini merefleksikan kuatnya rasa saling percaya antara Beijing dan Moskwa. 

Di sisi lain, momen ini juga menunjukkan kepiawaian diplomasi China dalam menyeimbangkan hubungannya dengan dua kekuatan besar dunia tersebut.

Lantas, apa saja poin-poin pertemuan Putin-Xi Jinping?

Baca juga: Pertemuan Xi dan Putin Lebih Mesra Dibanding Saat Bertemu Trump

Peringatan Xi soal hukum rimba

Dalam pertemuan itu, Xi memperingatkan risiko kembalinya “hukum rimba” atau dominasi sepihak dalam urusan global.

Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi strategis yang berkelanjutan dengan Rusia.

Sementara, Putin menggambarkan hubungan Rusia-China berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: KTT Putin-Xi, Bagaimana China Mengontrol Perekonomian Rusia?

“Kerja sama kami dalam kebijakan luar negeri merupakan salah satu faktor stabilisasi utama di panggung internasional," kata Putin, dikutip dari SCMP, Rabu (20/5/2026).

"Proses kompleks pembentukan dunia polisentris berdasarkan keseimbangan kepentingan semua pesertanya sedang berlangsung,” sambungnya.

Putin kemudian mengundang Xi untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskwa tahun depan.

Pemimpin Rusia itu menegaskan kesiapannya untuk ikut serta dalam KTT APEC di kota Shenzhen, China pada bulan November.

Baca juga: Dua Sahabat Lama Segera Bertemu, Xi-Putin Ngeteh Bahas Tatanan Dunia Baru

Kesepakatan energi

Putin turut memuji peran Rusia sebagai penyedia sumber daya yang andal, sementara China adalah konsumen yang bertanggung jawab atas sumber daya tersebut selama krisis energi yang dipicu oleh perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Perhatian juga tertuju pada bagaimana Putin dapat mendorong proyek "Power of Siberia 2" yang diusulkan.

Proyek itu dirancang untuk mengangkut 50 miliar meter kubik gas alam Rusia setiap tahun dari Semenanjung Yamal ke China utara melalui Mongolia.

Pasokan energi dari Rusia telah menjadi pendorong utama perdagangan bilateral dengan China yang telah melampaui angka 200 miliar dollar AS selama beberapa tahun berturut-turut.

Baca juga: Putin Sebut Xi Sahabat Dekat, Tak Bertemu Sehari Serasa 3 Tahun

Penandatanganan 40 dokumen kerja sama

Kremlin mengatakan, kedua belah pihak akan menandatangani sekitar 40 dokumen selama kunjungan Putin, mulai dari perdagangan dan energi hingga pertukaran budaya dan antar-masyarakat.

Bersama Putin, turut serta CEO Rosneft Igor Sechin, CEO Gazprom Alexei Miller, dan taipan aluminium Oleg Deripaska, serta para pimpinan korporasi pengembangan negara VEB, badan nuklir Rosatom, dan korporasi antariksa Roscosmos.

CEO Sberbank German Gref, CEO VTB Bank Andrei Kostin, dan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina juga menjadi bagian dari delegasi, bersama lima wakil perdana menteri dan delapan menteri kabinet.

Dana Kekayaan Negara Rusia, Russian Direct Investment Fund, mengumumkan tiga proyek besar dengan mitra China yang terlibat dalam pengembangan kluster antariksa, teknologi satelit, dan program antariksa komersial.

Tag:  #hasil #putin #jinping #sepakati #lembar #kerja #sama

KOMENTAR