Bantuan dari Langit, Rusia Diam-diam Pasok Iran Informasi Berharga untuk Serang AS
Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.(AFP/ATTA KENARE)
17:36
7 April 2026

Bantuan dari Langit, Rusia Diam-diam Pasok Iran Informasi Berharga untuk Serang AS

- Rusia secara rahasia memberikan dukungan berupa citra satelit mata-mata dan bantuan siber kepada Iran dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dukungan ini diduga bertujuan untuk membantu Teheran mempertajam serangan terhadap fasilitas militer AS dan target lainnya di Timur Tengah.

Kabar tersebut mengemuka berdasarkan asesmen intelijen Ukraina yang ditinjau oleh Reuters.

Baca juga: Iran Anggap Malaysia Teman, Kapal Tanker Bebas Lewati Selat Hormuz

Kerja sama ini menandai rincian paling mendalam mengenai sokongan rahasia Moskwa kepada Iran, terutama sejak Israel dan AS meluncurkan serangan pada 28 Februari lalu.

Dokumen intelijen tersebut mencatat, satelit Rusia melakukan setidaknya 24 survei mendetail di 11 negara Timur Tengah sepanjang 21 hingga 31 Maret. 

Pemantauan ini mencakup 46 objek penting, termasuk pangkalan militer AS, bandara, dan ladang minyak.

Penilaian tersebut menemukan adanya pola yang jelas, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (7/4/2026). 

Dalam hitungan hari setelah dipantau satelit Rusia, pangkalan militer dan markas besar tersebut menjadi sasaran rudal balistik serta drone Iran.

Baca juga: UEA Diam-diam Balas Serangan Iran, Ini Target-targetnya

Salah satu insiden spesifik terjadi di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. 

Satelit Rusia mengambil citra pangkalan tersebut beberapa hari sebelum serangan Iran pada 27 Maret, yang mengenai pesawat canggih AS, E-3 Sentry AWACS. 

Sehari setelah serangan, satelit Rusia kembali melintasi lokasi yang sama untuk menilai dampak kerusakan.

Seorang sumber militer Barat dan sumber keamanan regional mengonfirmasi kepada Reuters bahwa aktivitas satelit Rusia memang meningkat di kawasan tersebut dan datanya telah dibagikan kepada pihak Iran.

Baca juga: Cara China Diam-diam Menopang Iran di Tengah Perang dan Sanksi AS

Persekutuan di ruang siber

Selain bantuan citra satelit alias bantuan "dari langit", kerja sama ini juga merambah ke domain siber. 

Kelompok peretas yang dikendalikan Rusia dan Iran dilaporkan saling berinteraksi melalui platform Telegram untuk menargetkan infrastruktur kritis di Teluk.

Laporan intelijen Ukraina menyebutkan adanya kolaborasi antara kelompok hacker Rusia seperti Z-Pentest Alliance, NoName057(16), dan DDoSia Project dengan kelompok Iran Handala Hack.

Bulan lalu, kelompok-kelompok ini secara bersamaan menerbitkan kredensial akses ke sistem kontrol fasilitas infrastruktur penting di Israel. 

Selain itu, para peretas Iran terdeteksi menggunakan teknik yang diduga kuat diperoleh dari intelijen militer Rusia, termasuk penggunaan penyedia layanan server Rusia di Chelyabinsk untuk mendaftarkan domain serangan.

Baca juga: Trump Ancam Penjarakan Jurnalis AS yang Bocorkan Info F-15 Jatuh di Iran

Dasar kerja sama

Asap hitam membubung saat ribuan orang menghadiri aksi Hari Quds untuk mendukung Palestina, pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, di Teheran pada 13 Maret 2026.FARS/MOHAMMAD MAHDI DEHGHANI via AFP Asap hitam membubung saat ribuan orang menghadiri aksi Hari Quds untuk mendukung Palestina, pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, di Teheran pada 13 Maret 2026.

Hubungan militer kedua negara ini semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina empat tahun lalu. 

Iran diketahui memasok pesawat nirawak bunuh diri atau drone kamikaze Shahed ke Rusia, meskipun Teheran membantahnya.

Pondasi kerja sama ini diperkuat melalui Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Januari tahun lalu.

Dalam Pasal 4 perjanjian tersebut berbunyi, "Untuk memperkuat keamanan nasional dan melawan ancaman bersama, layanan intelijen dan keamanan dari Para Pihak yang Berkontrak saling bertukar informasi dan pengalaman."

Baca juga: Anggota Parlemen Ajukan Pemakzulan Menhan AS karena Dukung Perang Iran

Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Rusia tidak menanggapi permintaan komentar, begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri Iran.

Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan bahwa dukungan eksternal terhadap Iran tidak akan menggoyahkan operasional militer AS.

"Tidak ada dukungan eksternal untuk Iran dari negara mana pun yang memengaruhi keberhasilan operasional AS," tegas Wales.

Isu ini sempat menjadi pembahasan dalam pertemuan G7 bulan lalu. 

Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio cenderung meremehkan bantuan Rusia tersebut dan menyebutnya tidak signifikan bagi kekuatan Iran.

Baca juga: Tandingi Iran, Trump Mau Pungut Tarif Kapal yang Lewat Selat Hormuz

Tag:  #bantuan #dari #langit #rusia #diam #diam #pasok #iran #informasi #berharga #untuk #serang

KOMENTAR