Israel Setuju Ikut Gencatan Senjata 2 Minggu Perang Iran yang Diumumkan Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kesepakatan ini juga melibatkan Israel yang disebut akan menghentikan serangan militernya terhadap Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Dua pejabat Gedung Putih kepada Reuters menyebutkan bahwa Israel telah menyetujui kesepakatan tersebut dan akan menangguhkan operasi militernya sementara waktu untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Baca juga: Selat Hormuz Dibuka 2 Minggu Selama Gencatan Senjata AS-Iran
Pengumuman ini disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat yang sebelumnya ditetapkan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipilnya.
Pengumuman Trump soal gencatan senjata AS-Iran
Trump diketahui menetapkan tenggat waktu Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 WIB.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa waktu AS atau Rabu pagi WIB, Trump menyatakan, gencatan senjata tersebut akan berlaku jika Iran setuju untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh.
Dalam pernyataan di media sosialnya, Trump menyebut kesepakatan itu sebagai “gencatan senjata dua arah” dan mengeklaim bahwa pihaknya telah mencapai sebagian besar tujuan militer serta hampir menyelesaikan kesepakatan damai jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa pembicaraan resmi dengan AS akan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
Baca juga: Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Media Teheran Sebut Trump Mundur Memalukan
Pemerintah Iran juga menyebut bahwa Washington telah menerima proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan bahwa negaranya bersedia menghentikan serangan balasan dan menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan awal.
Situasi belum mereda
Meski demikian, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda.
Dikutip dari Al Jazeera, tak lama setelah pengumuman Trump, militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran ke wilayahnya, yang menunjukkan potensi eskalasi masih terbuka.
Perang yang telah berlangsung selama enam pekan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 5.000 orang di berbagai negara, termasuk lebih dari 1.600 warga sipil di Iran.
Kesepakatan gencatan senjata ini juga disambut positif oleh pasar global.
Baca juga: BREAKING NEWS: Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang AS-Iran 2 Pekan
Harga minyak dunia dilaporkan turun tajam setelah sebelumnya melonjak akibat terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz, yang selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman keras dengan menyatakan akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Pernyataan itu memicu kekhawatiran global, termasuk potensi pelanggaran hukum internasional karena menyasar infrastruktur sipil.
Dengan adanya gencatan senjata ini, perhatian kini tertuju pada hasil negosiasi dalam dua minggu ke depan, yang akan menentukan arah konflik serta stabilitas kawasan Timur Tengah ke depan.
Tag: #israel #setuju #ikut #gencatan #senjata #minggu #perang #iran #yang #diumumkan #trump