Iran Umumkan Rute Alternatif di Selat Hormuz, Jaga-jaga Ada Ranjau Laut
- Iran mengumumkan rute alternatif untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, Kamis (9/4/2026).
Rute alternatif itu bertujuan untuk menghindari risiko ranjau laut di zona utama jalur air vital tersebut.
Teheran telah setuju untuk membuka kembali selat tersebut untuk sementara waktu, sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu.
"Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut, mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal, dikutip dari AFP, Kamis.
Baca juga: Netanyahu Sebut Perang Lawan Iran Belum Selesai, Siap Angkat Senjata Kapan Pun
Rute alternatif akses Selat Hormuz
Pernyataan tersebut memuat petunjuk mengenai rute masuk dan keluar alternatif melalui selat tersebut.
Kapal-kapal harus mengambil rute dari Laut Oman ke utara Pulau Larak, lalu berlanjut menuju Teluk untuk memasuki Selat Hormuz.
Untuk keluar, kapal harus melalui sebelah selatan Pulau Larak, lalu melanjutkan menuju Laut Oman.
Kendati demikian, Iran mewajibkan kapal-kapal untuk menyepakati pengaturan bea masuk terlebih dahulu dan kemudian membayarnya dalam mata uang kripto atau yuan China.
Biaya yang ditetapkan sekitar seminggu sebelumnya bergantung pada ukuran kapal.
Pembayaran berkisar hingga 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 34 miliar untuk kapal tanker super yang dapat mengangkut sekitar dua juta barrel minyak.
Baca juga: Trump Bela Israel yang Langgar Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan
Iran batasi 12 kapal per hari
Perahu motor melaju di lepas pantai Al Jeer, Selat Hormuz, di utara Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, dengan latar belakang kapal tanker minyak pada 25 Februari 2026.
Sebelumnya, Iran mengatakan kepada para mediator untuk membatasi jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz menjadi sekitar 12 kapal per hari dan mengenakan biaya tol di bawah gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Para mediator Arab menyatakan, kapal-kapal yang melintas harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), dikutip dari Wall Street Journal.
Menurut S&P Global Market Intelligence, hanya empat kapal yang diizinkan lewat pada Rabu (8/4/2026), jumlah terendah sejauh ini pada April atau turun dari lebih dari 100 kapal per hari sebelum perang.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, lalu lintas melalui jalur air selama gencatan senjata dua minggu akan berada di bawah pengawasan angkatan bersenjata Iran.
Komentar tersebut, di media sosial, diunggah ulang oleh Presiden AS Donald Trump dan Gedung Putih.
Tag: #iran #umumkan #rute #alternatif #selat #hormuz #jaga #jaga #ranjau #laut