Negosiasi AS-Iran Buntu, Pakistan Harap Gencatan Senjata Tetap Jalan
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT)
11:30
12 April 2026

Negosiasi AS-Iran Buntu, Pakistan Harap Gencatan Senjata Tetap Jalan

- Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar pada Minggu (12/4/2026) menegaskan, Washington dan Teheran harus mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sudah disepakati.

Pernyataan ini muncul setelah pembicaraan maraton antara kedua pihak untuk mengakhiri perang berakhir tanpa kesepakatan.

"Sangat penting bagi semua pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata," kata Ishaq Dar yang pemerintahannya menjadi tuan rumah pembicaraan dan bertindak sebagai mediator, dikutip dari AFP. 

"Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Iran dan AS di masa mendatang," sambungnya.

Baca juga: AS Menuntut Segala Sesuatu yang Tidak Mereka Dapatkan Selama Perang

Negosiasi AS-Iran buntu

Diketahui, Wakil Presiden AS, JD Vance menuturkan,  pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Menurutnya, inti dari perselisihan tersebut adalah tentang senjata nuklir.

"Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihat hal itu. Kami berharap akan melihatnya," sambungnya.

Baca juga: Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal, Negosiasi Gagal Capai Kesepakatan

Dalam pidato singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad tempat kedua pihak bertemu, Vance tidak menyoroti perbedaan pendapat mengenai isu penting lainnya, yaitu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dia menegaskan, Presiden Donald Trump telah bersikap akomodatif dalam pembicaraan tersebut.

"Saya rasa kami cukup fleksibel. Kami cukup akomodatif. Presiden memberi tahu kami, 'Kalian harus datang ke sini dengan itikad baik dan melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesepakatan'," tuturnya. 

"Kami sudah melakukan itu dan sayangnya kami tidak berhasil mencapai kemajuan," sambungnya.

Baca juga: Perundingan AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, JD Vance Cabut dari Pakistan

Iran anggap tuntutan AS tak masuk akal

Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026). Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Respons Negara-negara soal Gencatan Senjata Iran-AS: Sambut Positif dan Desak Perdamaian AbadiAFP/ATTA KENARE Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026). Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Respons Negara-negara soal Gencatan Senjata Iran-AS: Sambut Positif dan Desak Perdamaian Abadi

Seorang sumber yang dekat dengan delegasi Iran mengatakan, Teheran menolak tuntutan berlebihan dari Amerika Serikat selama negosiasi. 

"Melalui negosiasi, AS menuntut segala sesuatu yang tidak mereka dapatkan selama perang," kata sumber itu menurut kantor berita Fars.

Menurut sumber itu, Iran tidak menerima persyaratan ambisius Amerika terkait Selat Hormuz, energi nuklir untuk tujuan damai, dan beberapa isu lainnya.

Ia juga menuding AS mencari alasan untuk meninggalkan meja perundingan.

“AS membutuhkan negosiasi untuk memulihkan muka mereka yang hilang di arena internasional dan tidak bersedia menurunkan ekspektasi mereka, meskipun mengalami kekalahan dan kebuntuan dalam perang dengan Iran,” jelas sumber tersebut.

"Iran tidak memiliki rencana untuk putaran pembicaraan selanjutnya," tambah mereka.

Tag:  #negosiasi #iran #buntu #pakistan #harap #gencatan #senjata #tetap #jalan

KOMENTAR