AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam Serang Negara Teluk Lagi
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
12:42
14 April 2026

AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam Serang Negara Teluk Lagi

– Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat (AS) resmi memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026).

Langkah drastis ini diambil Presiden AS Donald Trump menyusul kebuntuan dalam perundingan damai di Islamabad, Pakistan. 

Sebagai respons, Teheran mengancam akan membalas dengan menyerang pelabuhan-pelabuhan negara tetangganya di kawasan Teluk.

Baca juga: NATO Tak Mau Bantu AS Blokade Hormuz, Ogah Terseret Konflik

Trump menegaskan, blokade ini merupakan upaya untuk memastikan Iran tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir. 

Meski menyebut pihak Iran sempat menjalin kontak untuk mencapai kesepakatan, Trump menyatakan tidak akan menoleransi syarat apa pun yang memungkinkan Teheran mengembangkan persenjataan nuklir.

"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Reuters

Wakil Presiden AS JD Vance, pemimpin delegasi Washingtin di Pakistan, mengungkapkan bahwa meskipun pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan, ada kemajuan besar dalam komunikasi antar kedua negara.

"Teheran mulai bergerak ke arah kami, itulah mengapa menurut saya ada tanda-tanda baik, tetapi mereka belum bergerak cukup jauh," ujar Vance kepada Fox News.

Vance menuturkan, Trump bersikeras agar seluruh material nuklir yang diperkaya harus dikeluarkan dari Iran dengan mekanisme verifikasi yang ketat.

Baca juga: Khawatir Iran Pakai “Kartu As Kedua”, Arab Saudi Tak Setuju AS Blokade Hormuz

Ancaman balasan Iran

Blokade ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi. 

Harga minyak dunia dilaporkan kembali melonjak ke level 180 dolar AS per barrel di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik memperingatkan bahwa keterlibatan militer asing di selat tersebut hanya akan memperburuk krisis. 

Di sisi lain, pihak militer Iran menyebut tindakan AS sebagai bentuk perompakan.

"Jika pelabuhan Iran terancam, maka tidak ada pelabuhan di Teluk atau Teluk Oman yang akan aman," tegas juru bicara militer Iran.

Sementara itu, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan bahwa blokade akan diberlakukan secara adil terhadap semua kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.

"Blokade ini tidak akan menghalangi jalur transit netral melalui Selat Hormuz menuju atau dari destinasi non-Iran," tulis pernyataan Centcom dalam nota kepada para pelaut.

Baca juga: Blokade Hormuz Dimulai, Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Operasi

Tag:  #mulai #blokade #pelabuhan #iran #teheran #ancam #serang #negara #teluk #lagi

KOMENTAR