Ungkap Nasib Iran, Trump Klaim Dunia Bisa Kocar-kacir jika Ia Bukan Presiden
Donald Trump mengeklaim bahwa dunia akan “hancur berkeping-keping” jika dirinya tidak menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, menegaskan peran sentralnya dalam menjaga stabilitas dunia.
Pernyataan itu muncul dalam wawancara dengan jurnalis ABC News, Jonathan Karl, saat membahas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
“Jika saya bukan presiden, dunia akan hancur berkeping-keping,” katanya, seperti dilansir Bernama.
Baca juga: Tak Gentar Diancam Trump, Inggris Tetap Ogah Ikut Perang Lawan Iran
Tak mau perpanjang gencatan senjata
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengatakan bahwa ia tidak melihat perlunya memperpanjang gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 22 April. Ia optimistis akan ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.
“Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang menakjubkan ke depan. Saya benar-benar yakin,” ujarnya.
Menurut laporan Jonathan Karl, Trump menilai konflik dengan Iran bisa berakhir melalui dua jalur berbeda.
“Ini bisa berakhir dengan cara apa pun, tetapi saya pikir kesepakatan lebih baik karena mereka bisa membangun kembali,” kata Trump.
“Mereka benar-benar memiliki rezim yang berbeda sekarang. Apa pun yang terjadi, kami telah menyingkirkan kaum radikal. Mereka sudah pergi, tidak lagi bersama kita.”
Blokade Iran
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.
Ketegangan ini bermula pada 28 Februari ketika AS bersama Israel melancarkan operasi militer gabungan untuk melemahkan kemampuan militer Iran, termasuk program nuklir dan rudal balistiknya.
Namun pada Selasa (7/4/2026), AS dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama 15 hari.
Baca juga: Tolak Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Beri Sinyal Perang dengan Iran Akan Berakhir?
Setelah putaran pertama negosiasi damai di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, militer AS memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran.
Washington mengeklaim telah menghentikan seluruh perdagangan laut Iran dan mencapai “superioritas maritim” di kawasan.
Di sisi lain, Iran menutup Selat Hormuz bagi hampir semua kapal asing, kecuali di bawah kendalinya dan dengan biaya tertentu. Dampaknya signifikan, mengingat hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia sebelumnya melewati jalur tersebut.
Diplomasi kedua berpotensi terjadi
Di tengah ketegangan, Pakistan bersiap memainkan peran penting dalam diplomasi. Perdana Menteri Shehbaz Sharif dijadwalkan melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Turkiye dalam upaya memperkuat jalur negosiasi.
Pakistan sebelumnya menjadi mediator dalam pembicaraan AS-Iran dan diperkirakan akan kembali menjadi tuan rumah putaran kedua dalam waktu dekat.
Baca juga: Trump Sebut Perang di Iran Hampir Selesai, AS Siap Lanjutkan Perundingan
Tag: #ungkap #nasib #iran #trump #klaim #dunia #bisa #kocar #kacir #jika #bukan #presiden