Lagi, Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Tindakan Trump terhadap Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.(AFP/KENT NISHIMURA)
08:30
16 April 2026

Lagi, Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Tindakan Trump terhadap Iran

- Upaya untuk membatasi wewenang Presiden Donald Trump dalam melancarkan aksi militer terhadap Iran kembali menemui jalan buntu.

Untuk keempat kalinya, Senat Amerika Serikat gagal meloloskan resolusi tersebut, meskipun para anggota parlemen telah berjanji akan terus mengajukan rancangan undang-undang serupa setiap pekan.

Pemungutan suara yang digelar pada Rabu (15/4/2026) ini merupakan yang pertama sejak AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pekan lalu. 

Hasilnya, resolusi gagal dengan perolehan suara 47-52, yang sebagian besar terbelah berdasarkan garis partai. 

Rand Paul menjadi satu-satunya anggota Partai Republik yang mendukung resolusi, sementara John Fetterman menjadi satu-satunya anggota Demokrat yang menentang.

Baca juga: Cekik Iran Jelang Negosiasi, AS Umumkan Sanksi Baru untuk Teheran

Trump dinilai bertindak inkonstitusional

Dikutip dari Al Jazeera, para pendukung resolusi menilai langkah Trump melancarkan perang bersama Israel sejak 28 Februari lalu telah melampaui wewenang konstitusional presiden.

Konstitusi AS memberikan hak eksklusif kepada Kongres untuk menyatakan perang, sementara presiden hanya diizinkan bertindak secara sepihak dalam situasi membela diri yang mendesak.

Pemerintahan Trump sendiri memberikan berbagai pembenaran atas konflik tersebut. 

Salah satu argumen utamanya adalah bahwa seluruh tindakan Iran sejak Revolusi Islam 1979 merupakan ancaman nyata dan berkelanjutan bagi keamanan nasional AS.

Baca juga: Perang Iran Kuras Senjata AS, Pentagon Minta Bantuan Pabrik Mobil

Berbicara sebelum pemungutan suara pada Rabu, Senator AS Chris Murphy menyebut konflik tersebut sebagai perang yang kacau dan salah urus.

Sebab, perang itu gagal mencapai beberapa tujuan yang dinyatakan oleh pemerintahan.

Ia juga mengecam kurangnya transparansi dari pemerintahan Trump dan pengawasan dari Partai Republik di Kongres.

“Kita tidak boleh mengabaikan betapa luar biasanya kepemimpinan Partai Republik di Senat kita yang menolak untuk melakukan pengawasan terhadap perang yang menelan biaya miliaran dollar AS setiap minggu," ujarnya.

"Perang telah menyebabkan hilangnya lebih dari selusin nyawa warga AS yang telah memicu perang regional di seluruh Timur Tengah dan secara harfiah menghancurkan perekonomian di seluruh dunia,” sambungnya.

Baca juga: AS Optimis Capai Kesepakatan dengan Iran, Peringatkan Tekanan Ekonomi jika Menolak

Pembelaan Partai Republik

Presiden AS Donald Trump menghadiri UFC 327 di Kaseya Center pada 11 April 2026 di Miami, Florida.TASOS KATOPODIS/Getty Images via AFP Presiden AS Donald Trump menghadiri UFC 327 di Kaseya Center pada 11 April 2026 di Miami, Florida.

Senator Jim Risch dari Partai Republik berpendapat, Trump bertindak sesuai wewenangnya sebagai presiden dan menolak tindakan tersebut sebagai hal yang sama seperti biasanya.

“Tertulis dalam resolusi ini, Presiden Trump: 'Tundukkan ekormu di antara kedua kakimu dan larilah.' Itulah isi resolusi ini,” katanya.

“Trump tidak hanya memiliki hak untuk melakukan ini, tetapi juga memiliki kewajiban untuk melakukannya. Dia telah bersumpah untuk membela rakyat Amerika Serikat,” tambahnya.

Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan akan memberikan suara pada resolusi mereka sendiri minggu ini, dengan pengesahan di majelis dianggap lebih masuk akal.

Baca juga: AS Keberatan Rusia Ingin Ambil Alih Cadangan Uranium Iran

Keberhasilan resolusi di kedua bagian legislatif sebagian besar bersifat simbolis. Bahkan, jika lolos di DPR dan Senat, resolusi tersebut dapat diveto oleh Trump. 

Namun, para pembuat undang-undang mungkin akan menghadapi ujian yang lebih besar pada akhir April, ketika perang mencapai hari ke-60.

Berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973, Kongres AS harus mengesahkan tindakan militer pada saat itu atau menyetujui perpanjangan 30 hari.

Jika tidak, Trump secara hukum wajib mulai menarik pasukan.

Tag:  #lagi #senat #tolak #resolusi #pembatasan #tindakan #trump #terhadap #iran

KOMENTAR