Mulai Hari Ini, Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.(WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE)
06:43
17 April 2026

Mulai Hari Ini, Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.

Gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat, setelah sekitar enam minggu pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon selatan.

Meski disebut sebagai kesepakatan antara Israel dan Lebanon, konflik sebenarnya terjadi antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

Baca juga: Angin Segar Perdamaian Timur Tengah, Israel-Lebanon Incar Gencatan Senjata

Di Beirut, warga merayakan dimulainya gencatan senjata dengan menembakkan senjata ke udara, sementara keluarga-keluarga pengungsi mulai kembali ke wilayah selatan dan pinggiran kota, meski otoritas memperingatkan bahwa situasi belum sepenuhnya aman.

Israel bertahan di zona keamanan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya menyetujui gencatan senjata untuk “memajukan” upaya perdamaian, tetapi menegaskan pasukan Israel tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasai.

“Itulah posisi kami saat ini, dan kami tidak akan pergi,” katanya, seperti dikutip Associated Press (AP).

Israel mempertahankan zona keamanan sejauh 10 kilometer di wilayah Lebanon selatan. Sementara itu, Hizbullah menegaskan bahwa “pendudukan Israel di tanah kami memberikan hak bagi Lebanon dan rakyatnya untuk melawan,” serta menyatakan respons mereka akan bergantung pada perkembangan situasi.

Kelompok tersebut juga menuntut “penghentian serangan secara menyeluruh” di Lebanon dan tidak adanya kebebasan gerak bagi pasukan Israel sebagai syarat keberlanjutan gencatan senjata.

Syarat kesepakatan

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (tengah) berbicara dalam pertemuan dengan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter di Kementerian Luar Negeri AS di Washington DC, pada Selasa (14/4/2026).AFP/OLIVER CONTRERAS Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (tengah) berbicara dalam pertemuan dengan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter di Kementerian Luar Negeri AS di Washington DC, pada Selasa (14/4/2026).

Departemen Luar Negeri AS menyebut Israel tetap memiliki hak untuk membela diri “kapan saja terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung.”

Namun di luar itu, Israel disebut “tidak akan melakukan operasi militer ofensif terhadap target Lebanon, termasuk target sipil, militer, dan negara lainnya.”

Baca juga: Trump Sebut Pemimpin Israel dan Lebanon Bertemu Langsung Hari Ini

Formulasi ini menunjukkan bahwa Israel masih memiliki ruang untuk melakukan serangan, seperti yang terjadi pada gencatan senjata sebelumnya.

Hizbullah pun memperingatkan akan membalas setiap serangan Israel, yang berpotensi mengancam stabilitas kesepakatan.

Diplomasi intens

Kesepakatan ini tercapai setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington, serta serangkaian komunikasi antara Trump, Netanyahu, dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Trump menyatakan, kedua pihak menginginkan perdamaian. “Kedua belah pihak ingin melihat PERDAMAIAN, dan saya yakin itu akan terjadi, dengan cepat,” tulisnya di media sosial.

Ia juga mengundang Netanyahu dan Aoun ke Gedung Putih untuk “pembicaraan bermakna pertama” sejak 1983. Sementara itu, seorang pejabat Hizbullah menyebut gencatan senjata ini juga merupakan hasil negosiasi Iran dengan AS, dengan mediasi Pakistan.

Konflik ini telah menewaskan ribuan orang, termasuk lebih dari 2.000 korban di Lebanon dan ribuan lainnya di Iran, serta menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.

Infrastruktur sipil dan militer mengalami kerusakan besar, sementara gangguan terhadap jalur pelayaran global sempat mengguncang pasar energi dunia.

Baca juga: Israel Tetap Serang Lebanon di Tengah Negosiasi, Kepung Kota Bint Jbeil

Tag:  #mulai #hari #israel #lebanon #sepakat #gencatan #senjata #hari

KOMENTAR