Pilot AS Sahut-sahutan ''Meong'' dan ''Guk-guk'' di Pesawat, Kena Omel ATC
- Suara-suara binatang tiba-tiba terdengar melalui frekuensi kontrol lalu lintas udara di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada 12 April 2026.
Dilansir ABC News, Kamis (16/4/2025), suara yang terdengar adalah "meong meong" yang kemudian disahut dengan suara gonggongan anjing.
Namun, suara-suara "meong" dan gonggongan anjing tersebut bukan berasal dari kucing dan anjing yang berkeliaran di dalam pesawat, melainkan dari pilot yang menirukan suaranya.
Suara mengeong itu direkam dan diperoleh dari ATC.com. Para pilot langsung mendapat teguran dari petugas pemandu lalu lintas udara (ATC).
Baca juga: Benua Biru Kritis, Stok Bahan Bakar Pesawat di Eropa Tinggal 6 Minggu
"Kalian harus menjadi pilot profesional," kata petugas ATC dari frekuensi lain
Namun, teguran itu justru kembali disambut dengan lebih banyak suara meong dan gonggongan.
"Inilah mengapa kalian masih menerbangkan RJ (regional jet)," kata orang tersebut kepada para pilot.
Seperti diketahui, banyak pilot pemula memulai karier mereka dengan menerbangkan pesawat untuk maskapai penerbangan regional.
Baca juga: Kata Kemenhan RI soal Isu Pesawat Militer AS Bebas Masuk Wilayah Indonesia
Dalam sebuah pernyataan, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan ada peraturan yang melarang pilot untuk terlibat dalam percakapan yang tidak penting ketika mereka berada di bawah ketinggian 10.000 kaki.
Badan tersebut juga menyelidiki semua situasi apabila pilot mungkin telah melanggar aturan penerbangan.
Menurut FAA, bahwa audio suara mengeong itu berasal dari sumber pihak ketiga, tetapi mereka akan menyelidiki setelah memverifikasinya terlebih dahulu.
Baca juga: Iran Olok-olok AS, Tuduh Washington Bom Pesawat Sendiri karena Malu
Dennis Tajer, pilot dan juru bicara Allied Pilots Association, mengatakan bahwa dia pernah mendengar suara mengeong di frekuensi "penjaga" sebelumnya.
Frekuensi pengaman jarang digunakan oleh pilot dan pengontrol lalu lintas udara karena frekuensi ini dikhususkan untuk keadaan darurat.
"Ini bukan hiburan, ini frekuensi yang serius dan memiliki tujuan yang serius," kata Tajer.
"Apa pun yang mengotori hal itu dengan humor yang tidak penting atau segala macam lelucon tidak akan diterima dengan baik dan harus dihentikan," lanjutnya.