Gojek dan Grab Cabut Program Hemat Berbayar untuk Mitra Driver
Ilustrasi paket GoRide Hemat. GoTo mengatakan akan menyetop layanan ini.(KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma)
08:42
20 Mei 2026

Gojek dan Grab Cabut Program Hemat Berbayar untuk Mitra Driver

- Dua aplikasi transportasi online di Indonesia, Grab dan Gojek, kompak menghentikan program langganan akses layanan "Hemat" bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol) mereka.

Pengumuman penutupan skema berbayar yang selama ini dibebankan kepada para mitra driver tersebut disampaikan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan pada Selasa (19/5/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi respons para aplikator dalam mematuhi arahan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi di lapangan.

Gojek hapus skema "Hemat", potongan jadi 8 persen

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menghentikan skema langganan GoRide Hemat.

Sebelumnya, program ini merupakan sistem berbayar di mana mitra driver harus berlangganan agar mendapatkan akses pada struktur pendapatan atau tarif yang berbeda dari pesanan reguler.

Baca juga: GoTo Bakal Setop Skema Langganan GoRide Hemat untuk Driver Gojek

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa skema langganan ini sebenarnya sudah diuji coba secara terbatas sejak November 2025 dan baru diperluas penerapannya ke seluruh Indonesia pada Februari 2026.

"Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi," ungkap Hans dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Seiring dengan dihapuskannya skema langganan ini, persentase bagi hasil layanan GoRide Hemat akan disamakan seluruhnya dengan GoRide Reguler.

Ke depannya, Gojek akan menerapkan potongan atau komisi aplikasi sebesar 8 persen per perjalanan, turun drastis dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka 20 persen.

Penurunan potongan menjadi 8 persen ini, menurut Hans, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden dan pemerintah.

Grab juga tutup akses Hemat

Ilustrasi Grab. Tech Crunch Ilustrasi Grab.

Langkah serupa juga diambil oleh pesaingnya, Grab Indonesia. Perusahaan ini secara resmi menutup Program Langganan Akses Hemat bagi para mitra GrabBike.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebutkan bahwa penutupan program tersebut merupakan bagian dari penyesuaian perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem layanan antara pengemudi dan konsumen.

"Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program langganan ini juga dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," ujar Neneng melalui keterangan tertulis resmi perusahaan.

Untuk menjaga komitmen pada kesejahteraan mitranya di tengah dinamika transportasi digital, Grab mengandalkan berbagai program dukungan.

Neneng membeberkan sederet inisiatif kesejahteraan tersebut, mulai dari pemberian Bonus Hari Raya (BHR), fasilitasi tanggungan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra berprestasi, hingga asuransi kecelakaan tambahan.

Ada pula beasiswa pendidikan untuk anak driver lewat GrabScholar, program Umrah untuk mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal aduan darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).

Baca juga: Grab Masuk Taiwan, Akuisisi Foodpanda Rp 10 Triliun

Nasib tarif penumpang 

Meski program langganan untuk driver resmi dicabut secara bersamaan, baik Grab maupun Gojek memastikan bahwa layanan opsi perjalanan termurah mereka (GrabBike Hemat dan GoRide Hemat) akan tetap tersedia bagi konsumen.

Gojek menyatakan akan ada penyesuaian tarif GoRide Hemat di tingkat konsumen. Namun, Hans memastikan penyesuaian harga tersebut dilakukan secara sangat terbatas dan terukur demi mengutamakan keterjangkauan di masyarakat.

Di sisi lain, Grab juga memastikan bahwa penyesuaian biaya pada GrabBike Hemat akan tetap mengedepankan keterjangkauan masyarakat. Selain itu, Grab menggaransi bahwa hingga saat ini tidak akan ada kenaikan harga untuk layanan reguler GrabBike Standard.

Kini, kedua aplikator tersebut menyatakan sama-sama masih menanti terbit dan berlakunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur ekosistem ini secara lebih komprehensif.

Gojek mengaku akan segera mengimplementasikan potongan 8 persen dan penghapusan skema langganan secepat mungkin sembari menunggu detail dan persiapan instruksi dari Perpres tersebut.

Senada dengan hal itu, Grab juga menyatakan akan terus berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya agar implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 bagi mitra roda dua kelak dapat berjalan lancar.

Tag:  #gojek #grab #cabut #program #hemat #berbayar #untuk #mitra #driver

KOMENTAR