Kesepakatan Damai AS-Iran di Depan Mata, Trump: Tak Ada Kendala
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa kesepakatan damai dengan Iran hampir rampung.
Trump menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi poin kendala atau hambatan yang tersisa dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara telepon singkat dengan AFP dari Las Vegas, Nevada, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua Kemungkinan Digelar Senin
Optimisme ini muncul setelah serangkaian unggahan Trump di media sosial yang menyoroti janji Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan kemajuan dalam penghentian program nuklir Teheran.
"Kami sangat dekat. Sepertinya ini akan sangat baik untuk semua orang. Dan kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan," ujar Trump kepada AFP.
Salah satu poin penting dalam kemajuan ini adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur maritim krusial bagi 20 persen minyak dan gas dunia.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran akibat serangan AS dan Israel sempat memicu lonjakan harga minyak global.
Baca juga: Sempat Diumumkan Dibuka, Iran Nyatakan Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas
Iran sebelumnya menyatakan telah membuka selat tersebut selama gencatan senjata di Timur Tengah berlangsung.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyampaikan apresiasi dengan menuliskan terima kasih kepada Iran.
Dia juga menyebutkan bahwa Iran kini tengah membersihkan ranjau laut di selat tersebut dengan bantuan AS.
"Iran telah setuju untuk tidak akan pernah menutup Selat Hormuz lagi. Selat itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata melawan dunia," tulis Trump dalam salah satu unggahannya.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berada dalam kekuatan penuh hingga kesepakatan damai benar-benar tuntas.
Baca juga: Menlu Iran dan Presiden AS Trump Umumkan Selat Hormuz Dibuka
Urusan nuklir dan komitmen tertulis
Mengenai substansi kesepakatan, Trump menegaskan tuntutan utama AS adalah Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.
Dia menyebutkan bahwa pihak Teheran telah setuju untuk menyerahkan stok uranium yang diperkaya.
Ketika ditanya mengapa dia belum mendeklarasikan kesepakatan secara resmi meski sudah sangat optimis di media sosial, Trump menjawab dengan diplomatis.
"Saya tidak melakukan itu (mendeklarasikannya sekarang), saya ingin kesepakatan itu tertulis," tegasnya.
Trump juga membantah laporan Axios yang menyebutkan Washington mempertimbangkan pertukaran uang tunai sebesar 20 miliar dollar AS untuk uranium tersebut.
Baca juga: Iran Resmi Buka Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.
Dia bersikeras bahwa tidak akan ada transaksi uang dalam bentuk apa pun.
"AS akan mendapatkan semua debu nuklir, yang diciptakan oleh bomberB2, tidak ada uang yang berpindah tangan dalam cara, bentuk, atau model apa pun," kata Trump.
Di samping itu, Trump memuji peran Pakistan sebagai mediator serta sekutu Teluk lainnya.
Di sisi lain, dia memberikan teguran keras kepada NATO yang sebelumnya menolak bergabung dalam konflik Iran atau berkontribusi pada misi di Selat Hormuz.
"Saya menerima telepon dari NATO yang menanyakan apakah kami butuh bantuan. Saya katakan kepada mereka untuk menjauh, kecuali mereka hanya ingin mengisi kapal mereka dengan minyak," tulisnya di media sosial.
Baca juga: Iran Resmi Buka Selat Hormuz, Semua Kapal Bisa Lewat