Cerita di Balik Perundingan Damai, 24 Jet Pakistan Kawal Delegasi Iran Tangkal Israel
- Angkatan Udara Pakistan dilaporkan menggelar operasi besar-besaran untuk mengawal kepulangan delegasi negosiator Iran setelah perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) berakhir buntu akhir pekan lalu.
Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran pihak Iran bahwa Israel kemungkinan akan mencoba melakukan upaya serangan dan pembunuhan terhadap para negosiator tersebbut dalam perjalanan pulang.
Berdasarkan informasi dari tiga sumber kepada Reuters, Pakistan mengerahkan sekitar 24 jet tempur untuk mengawal delegasi Iran.
Baca juga: Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua Kemungkinan Digelar Senin
Operasi ini juga melibatkan sistem peringatan dan kontrol udara atau Airborne Warning and Control System (AWACS) guna memantau ruang udara secara menyeluruh.
Salah satu pejabat mengungkapkan bahwa jet tempur buatan China, J-10, yang merupakan armada unggulan Pakistan, turut diterjunkan dalam misi pada Minggu (12/4/2026) tersebut.
"Ini adalah misi operasional besar jika Anda melihatnya dari sudut pandang pilot. Anda mengambil tanggung jawab atas delegasi yang datang untuk berunding, memberi mereka perlindungan udara, dan menyiagakan pesawat tempur tangguh untuk menangkal ancaman apa pun," ujar seorang sumber keamanan.
Sumber lain yang terlibat mengonfirmasi bahwa pengawalan dilakukan hingga memasuki wilayah Iran.
"Kami mengantar mereka sampai ke Teheran. Keamanan mereka adalah tanggung jawab kami, bahkan setelah waktu mereka di sini (Pakistan) berakhir," papar sumber tersebut, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Perundingan AS-Iran Putaran II: Setitik Harapan di Ujung Gencatan Senjata
Ancaman serangan Israel
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Kekhawatiran muncul setelah perundingan yang dilakukan di Islamabad tersebut tidak membuahkan hasil.
Seorang diplomat regional menyebutkan bahwa Pakistan bersikeras memberikan pengawalan setelah delegasi Iran mengangkat kemungkinan mengenai ancaman terhadap keselamatan mereka.
Israel dilaporkan sempat memasukkan nama Araghchi dan Ghalibaf ke dalam daftar target serangan.
Baca juga: Trump Sebut Perang di Iran Hampir Selesai, AS Siap Lanjutkan Perundingan
Namun, Pakistan meminta Washington untuk melakukan intervensi agar nama mereka dihapus.
Alasannya adalah tidak akan ada lagi pihak yang tersisa untuk merundingkan perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari tersebut.
Terkait ketegangan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat melontarkan pernyataan keras bulan lalu.
"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya tidak berniat memberikan laporan tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujar Netanyahu merujuk pada Iran.
Baca juga: Gencatan Senjata Nyaris Habis, JD Vance Kembali Pimpin Misi Perundingan dengan Iran
Perundingan damai
Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026). Vance tiba di ibu kota Pakistan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan perdamaian penting dengan Iran, di bawah naungan gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.
Pertemuan di Islamabad ini menandai keterlibatan tingkat tertinggi antara Iran dan AS sejak Revolusi Iran 1979. Delegasi AS dipimpin langsung oleh Wakil Presiden AS JD Vance.
Meski kedua pihak meninggalkan Pakistan dengan tangan hampa, sumber-sumber menyebutkan bahwa jalur dialog masih tetap terbuka.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan pada Kamis (16/4/2026) bahwa perang seharusnya segera berakhir.
Dia juga mengisyaratkan pembicaraan lanjutan dapat kembali digelar di Islamabad akhir pekan ini.
Hingga berita ini diturunkan, kantor Perdana Menteri Israel, misi permanen Iran di Jenewa, serta militer Pakistan belum memberikan komentar resmi terkait rincian operasi pengawalan udara tersebut.
Baca juga: Trump Bocorkan Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua, Digelar Kamis
Tag: #cerita #balik #perundingan #damai #pakistan #kawal #delegasi #iran #tangkal #israel