Belanda Obral Bantuan saat Krisis, Guyur Rp 20 Triliun ke Warga
- Pemerintah Belanda mengucurkan paket bantuan senilai hampir 1 miliar euro (sekitar Rp 20,2 triliun) di tengah krisis.
Langkah tersebut diambil guna meredam dampak kenaikan biaya energi bagi rumah tangga dan bisnis akibat konflik di Timur Tengah.
Salah satu bagian dari kebijakan tersebut adalah kenaikan tunjangan perjalanan bebas pajak bagi karyawan.
Baca juga: Australia Krisis Pupuk, Impor 250.000 Ton dari Indonesia
Tunjangan tersebut naik 0,02 euro menjadi 0,25 euro (Rp 5.050) per kilometer dan berlaku surut sepanjang tahun, menurut laporan NOS, Senin (20/4/2026).
Penyesuaian itu diperkirakan setara dengan penghematan sekitar 0,30 euro per liter bahan bakar.
Selain itu, pajak kendaraan bermotor untuk van berpelat nomor abu-abu juga akan dipangkas separuh mulai 1 Juli hingga akhir tahun.
Van pelat nomor abu-abu umumnya digunakan usaha kecil di Belanda, sebagaimana dilansir Anadolu Agency via Antara.
Baca juga: Antisipasi Krisis Global, China Tancap Gas Jadikan Hidrogen Senjata Ketahanan Energi
Pajak truk juga akan diturunkan menjadi nol selama periode yang sama.
Untuk mendukung rumah tangga rentan, pemerintah Belanda mengalokasikan 195 juta euro untuk Dana Darurat Energi.
Tambahan 180 juta euro akan dialokasikan ke dana pemanasan nasional yang menyediakan pinjaman untuk isolasi rumah dan peningkatan efisiensi energi.
Pemerintah Belanda menyatakan lebih dari 600 juta euro dari paket tersebut berupa belanja langsung.
Baca juga: Uni Eropa Susun Strategi Hadapi Krisis Energi akibat Perang Iran
Sementara itu, lebih dari 300 juta euro berasal dari pengurangan pajak.
Untuk membiayai kebijakan tersebut, cukai alkohol akan dinaikkan sejalan dengan inflasi tahun depan.
Meski ada desakan dari parlemen, pemerintah Belanda memilih untuk tidak mengintervensi harga bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena dinilai mahal dan berdampak terbatas.
Para pejabat memperkirakan, penurunan harga bahan bakar sebesar 0,10 euro (Rp 2.020) per liter akan membebani negara sekitar 1 miliar euro.
Parlemen Belanda dijadwalkan membahas usulan itu pada Rabu (22/4/2026) dan mayoritas anggota diperkirakan akan mendukungnya.
Baca juga: Krisis Keberanian di Tengah Luka Kemanusiaan Global
Tag: #belanda #obral #bantuan #saat #krisis #guyur #triliun #warga