AS-Iran Malah Saling Tunggu, Jadi Negosiasi atau Tidak?
Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).(AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN)
17:48
21 April 2026

AS-Iran Malah Saling Tunggu, Jadi Negosiasi atau Tidak?

- Amerika Serikat (AS) dan Iran masih saling menunggu dan belum menunjukkan kepastian terkait negosiasi putaran kedua.

Wakil Presiden AS JD Vance akan langsung terbang ke Pakistan pada Selasa (21/4/2026) waktu AS, jika Iran mengiyakan perundingan putaran kedua dimulai.

Dia direncanakan terbang bersama utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner.

Namun, rencana pertemuan ini masih sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Baca juga: Iran Belum Kirim Delegasi ke Pakistan, Masih Tunggu AS Berubah Sikap


Sementara itu, stasiun televisi Pemerintah Iran pada Selasa (21/4/2026) melaporkan, belum ada delegasi Teheran yang berangkat ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan AS.

"Sejauh ini, belum ada delegasi dari Iran yang berangkat ke Islamabad, Pakistan; baik itu delegasi utama maupun delegasi tambahan, primer maupun sekunder," kata stasiun tv pemerintah, menepis laporan yang menyatakan sebaliknya.

Stasiun tv tersebut mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Ia mengatakan, kehadiran Iran bergantung pada perubahan sikap dan posisi Amerika.

Baca juga: 5 Kapal Iran Mau OTW ke Malaysia, Langsung Disemprit Militer AS

Dikutip dari AFP, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pihaknya tidak akan menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.

Ghalibaf adalah tokoh berpengaruh besar di Iran. Dia memimpin pembicaraan dengan AS dua minggu lalu.

Melalui unggahan di media sosial X, dia menuduh Trump mencoba menjadikan meja perundingan sebagai meja penyerahan diri atau sekadar pembenaran untuk peperangan baru.

"Kami telah bersiap untuk menunjukkan 'kartu baru' di medan perang," tulis Ghalibaf.

Baca juga: Saling Ancam Jelang Gencatan Senjata, Iran Klaim Punya Kartu Baru di Medan Perang

Iran belum sepenuhnya percaya kepada AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di hadapan parlemen Teheran, 2 Maret 2025. Di sela Sidang Umum PBB, Jumat (26/9/2025), Pezeshkian menyatakan dukungan penuh untuk gencatan senjata di Gaza, sejalan dengan optimisme Donald Trump soal akhir perang Israel-Palestina.AFP/ATTA KENARE Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di hadapan parlemen Teheran, 2 Maret 2025. Di sela Sidang Umum PBB, Jumat (26/9/2025), Pezeshkian menyatakan dukungan penuh untuk gencatan senjata di Gaza, sejalan dengan optimisme Donald Trump soal akhir perang Israel-Palestina.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan sinyalemen yang menunjukkan adanya hambatan psikologis dalam dialog ini, sebagaimana dilansir The Guardian.

Dia memperingatkan bahwa masih ada ketidakpercayaan yang mendalam terhadap AS.

Pezeshkian menyatakan keprihatinannya atas apa yang ia sebut sebagai sinyal-sinyal kontradiktif dari pejabat AS, yang dianggapnya sebagai upaya untuk memaksa Iran menyerah.

"Rakyat Iran tidak akan tunduk pada kekerasan," tegas Pezeshkian.

Meski demikian, laporan dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa pihak Teheran tengah meninjau secara positif partisipasi mereka.

Baca juga: Gedung Putih Langsung Bantah Trump, JD Vance Tetap Pimpin AS Nego Iran

Jika Vance hadir, delegasi Iran kemungkinan besar akan kembali dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan perpanjangan jeda pertempuran selama 24 jam hingga Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington guna memberikan ruang bagi pertemuan di Islamabad.

Di sisi lain, sebagai tuan rumah, Pakistan telah melakukan persiapan ketat sejak Minggu. Ibu kota Islamabad berada dalam kondisi lockdown keamanan.

Transportasi umum di sana dihentikan dan pemadaman listrik yang biasanya berlangsung 6-7 jam sehari ditangguhkan demi kelancaran negosiasi.

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru, Aditya Jaya Iswara

Tag:  #iran #malah #saling #tunggu #jadi #negosiasi #atau #tidak

KOMENTAR