AS-Iran Perlu Berunding dengan Tenang, Trump Disebut Terlalu Bertele-tele
Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?(Chat GPT)
18:42
21 April 2026

AS-Iran Perlu Berunding dengan Tenang, Trump Disebut Terlalu Bertele-tele

- Amerika Serikat (AS) dan Iran sebaiknya berunding secara tenang dan jauh dari sorotan media untuk mencapai kesepakatan, menurut seorang ahli.

Jasmine El-Gamal, mantan penasihat Timur Tengah di Departemen Pertahanan AS, menyebut pernyataan publik dan unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump dapat memengaruhi negosiasi dengan Iran.

“Pihak Iran ingin duduk dan mulai membicarakan berbagai masalah, sementara Presiden (Trump) terus bertele-tele,” kata El-Gamal kepada CNN, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: AS-Iran Malah Saling Tunggu, Jadi Negosiasi atau Tidak?


“(Trump) mencoba membuat seolah-olah Iran telah menyerah dan tunduk bahkan sebelum mereka sampai ke meja perundingan,” sambungnya.

Komentar-komentarnya muncul setelah serangkaian unggahan di media sosial dari Presiden AS, yang menurut laporan CNN merugikan perundingan.

El-Gamal meyakini, aktivitas online presiden hanya pertunjukan superioritas di depan umum yang tidak mencerminkan realitas di lapangan antara kedua negara.

Baca juga: Iran Belum Kirim Delegasi ke Pakistan, Masih Tunggu AS Berubah Sikap

“Masalahnya tetap sama, yaitu kedua pihak masih sangat jauh berbeda pendapat di meja perundingan, dan masing-masing pihak harus membuat konsesi tertentu,” jelas El-Gamal.

Dia menambahkan, cara terbaik untuk mencapai kesepakatan adalah berunding dengan tenang dan jauh dari media.

“Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan bernegosiasi secara tenang, jauh dari sorotan media, dan mencapai kesepakatan kerangka kerja,” ujarnya.

Baca juga: Saling Ancam Jelang Gencatan Senjata, Iran Klaim Punya Kartu Baru di Medan Perang

AS dan Iran masih saling menunggu

Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Sementara itu, Washington dan Teheran masih belum menunjukkan kepastian terkait negosiasi putaran kedua.

Pakistan siap menjadi tuan rumah perundingan di tingkat tertinggi yang rencananya diselenggarakan pada Rabu (22/4/2026).

Namun Gedung Putih masih bungkam tentang kapan Wakil Presiden JD Vance akan meninggalkan Washington.

Wakil Presiden AS JD Vance direncanakan terbang bersama utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner.

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Namun, rencana pertemuan ini masih sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Stasiun televisi Pemerintah Iran pada Selasa (21/4/2026) melaporkan, belum ada delegasi Teheran yang berangkat ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan AS.

"Sejauh ini, belum ada delegasi dari Iran yang berangkat ke Islamabad, Pakistan; baik itu delegasi utama maupun delegasi tambahan, primer maupun sekunder," kata stasiun tv pemerintah, menepis laporan yang menyatakan sebaliknya.

Baca juga: Ketika AS Mau Hasil Instan, Iran Inginkan Permainan Jangka Panjang

Stasiun tv tersebut mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Ia mengatakan, kehadiran Iran bergantung pada perubahan sikap dan posisi Amerika.

Menurut laporan Al Jazeera, Selasa (21/4/2026), para pejabat Pakistan mengatakan tidak ada tim delegasi tingkat tinggi di lapangan, tetapi staf pendukung telah tiba selama beberapa hari terakhir.

Kendala utama tampaknya adalah prasyarat Iran agar blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran diakhiri.

Tag:  #iran #perlu #berunding #dengan #tenang #trump #disebut #terlalu #bertele #tele

KOMENTAR